Thursday, 05 November 2026


Bawang Merah-Putih Terus Berkibar di Aceh Tengah

24 Jan 2019, 22:03 WIBEditor : Gesha

Kabupaten Aceh Tengah optimis bertanam bawang merah dan bawang putih

Petani bawang putih bisa panen varietas lumbu hijau sekitar 12 ton basah per hektare. Varietas bawang merah lokal gayo yang banyak dibudidayakan petani di sekitar Danau Laut Tawar, belum lama ini lolos pendaftaran varietas.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Takengon --- Upaya Kementerian Pertanian memantapkan swasembada bawang merah dan bawang putih bersambut di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh .

"Kami optimis Aceh Tengah mampu menjadi sentra produksi bawang merah dan bawang putih nasional, setidaknya untuk wilayah Aceh bahkan pulau Sumatera," tutur Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, saat melakukan panen perdana bawang putih di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (23/1).

Varietas bawang merah lokal gayo yang banyak dibudidayakan petani di sekitar Danau Laut Tawar, belum lama ini lolos pendaftaran varietas. Kabar tersebut disambut sukacita para petani setempat yang saat ini sedang gencar-gencarnya menanam bawang merah dan bawang putih.

Firdaus juga berjanji jajarannya akan berusaha membantu petani agar memperoleh harga yang bagus setiap panen. Di antaranya melalui pengembangan industri olahan dan kemitraan pemasaran.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Juanda pun mengaku sangat bersyukur bisa panen bawang putih di daerahnya.

"Alhamdulillah, akhirnya petani bawang putih bisa panen setelah waktu sebelumnya mengalami gagal panen akibat benih palsu. Varietas lumbu hijau yang dipanen kali ini ukuran umbinya lumayan. Hasilnya sekitar 12 ton basah per hektare. Semuanya akan kami jadikan benih untuk tanam selanjutnya", ujar Juanda semangat.

Tercatat sampai dengan September 2019 nanti, Aceh Tengah mendapat kepercayaan menanam bawang putih seluas 245 hektare.

"Ini kerja sama dengan investor PT Gudang Horti Sakti sekaligus importir bawang putih. Saat ini sudah tertanam 14 hektare. Sementara yang dipanen baru sekitar 2 hektare," terangnya. Lokasi penanaman bawang putih Aceh Tengah tersebar di beberapa kecamatan meliputi Bintang, Lut Tawar, Kebayakan, Pegasing, Bies, Atu Lintang, Jagong Jeged, Bebesen dan Ketol.

Kasi Teknologi Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Subardi menyebut pihaknya akan terus mendukung upaya peningkatan produksi bawang putih dan bawang merah di Aceh Tengah.

Dirinya meyakini dengan agroklimat dan lahan yang dimiliki, Aceh Tengah sangat potensial menjadi lumbung baru produksi bawang merah dan bawang putih.

"Kami sudah hitung, dengan jumlah penduduk sekitar 5,37 juta jiwa, setidaknya perlu ditanam 2.800 - 3.000 hektare bawang merah dan 1.500 - 1.600 hektare bawang putih untuk memenuhi kebutuhan lokal Provinsi Aceh saja. Saat ini baru tertanam sekitar 1.100 hektar bawang merah di seluruh Aceh, sedang bawang putihnya baru mulai menggeliat," ujar Subardi.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto menyebut pemerintah akan terus mendukung upaya peningkatan produksi bawang putih dan bawang merah di Aceh Tengah.

"Kami terus dorong Aceh Tengah mampu mandiri benih bawang putih. Caranya, hasil panen yang ada dijadikan benih semua. Untuk itu harus ada pengawalan intensif dari BPSB dan POPT setempat untuk menghasilkan benih bermutu. Seluruh pertanaman juga harus tercatat oleh Mantri Tani dan dilaporkan ke BPS," imbuhnya.

Prihasto menambahkan untuk kegiatan APBN dan atau Wajib Tanam dan Berproduksi RIPH berikutnya diharapkan sudah tidak mendatangkan benih dari luar daerah.

"Ini salah satu upaya mengefisienkan biaya produksi agar bawang putih kita lebih kompetitif," tutup Prihasto.

Reporter : Subardi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018