Saturday, 26 September 2020


Infus Tanaman Membuat Buah Lebat dan Lebih Efisien

25 Feb 2019, 10:32 WIBEditor : Ahmad Soim

Infus pada tanaman membuat buah menjadi lebat dan sehat | Sumber Foto:Komunitas Petani Organik Pacitan

Ada berbagai cara pemberian pupuk, salah satunya adalah cara infus. Seperti infus pada manusia, infus digunakan untuk memberikan hara maupun pestisida ke tanaman dengan lebih efsien.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pacitan - Tanaman buah dan perkebunan yang berbuah lebat dan sehat adalah dambaan petani. Pemberian pupuk dan pestisida secara infus pada tanaman menjadi harapan petani untuk mewujudkannya.

Astono menjelaskan Komonitas Petani Organik Pacitan di Jawa Timur telah membuktikan manfaat dari infus tanaman.  Keberhasilan ini bisa dipahami karena untuk mencapai tanaman yang sehat memerlukan asupan hara yang cukup. Biasanya, hara didapatkan tanaman dari tanah dan udara yang difotosintesis dalam daun. Produk fotosintesis ditranslokasikan ke seluruh tubuh oleh pembuluh pembuluh tanaman.

Ada dua pembuluh tanaman yang bekerja, yaitu pembuluh yang mengangkut hara dari tanah ke atas. Dan pembuluh yang menyebarkan hasil fotosintesis ke seluruh tanaman. Proses pengangkutan hara ini dapat direkayasa agar tanaman tetap tumbuh sehat walau lingkungan kurang mendukung.

Misalnya, ada tanaman buah tahunan yang mengalami kekurangan nutrisi dengan melakukan adaptasi berupa pengguguran daun ataupun bunga. Petani harus memberikan hara yang cukup agar hal itu tidak terjadi. Ada berbagai cara pemberian pupuk, salah satunya adalah cara infus. Seperti infus pada manusia, infus digunakan untuk memberikan hara maupun pestisida ke tanaman dengan lebih efsien. Pemberian pupuk lewat infus akan lebih mudah diberikan melalui batang bagian bawah, karena akan lekas sampai ke atas.

Syarat Tanaman yang bisa Diinfus

 Infus tanaman mermerlukan pelukaan yang mempunyai kedalaman tertentu sehingga syarat utama  adalah tanaman yang mempunyai kayu dengan ciri khas ada kambiumnya. Tentu saja tanaman dikotil. Tanaman buah - buahan tahunan dapat diinfus. Ukuran pohon yang dapat diinfus kira-kira punya garis tengah 16 cm hal ini mempunyai maksud agar tidak merusak kekuatan tegakan pohon.

BACA JUGA:

> Kementan dan DPR Serahkan Bantuan Alsintan untuk Petani Kebumen

> OKUS akan Jadi Lumbung Jagug Sumatera Selatan

> Cara Unik Petani Tanah Laut Panen Padi 2 Ribu Ha di Tengah Serangan Ulat Grayak

Apakah tanaman monokotil tidak dapat diinfus? Tidak juga. Tanaman monokotil yang besar malah justru mudah diinfus. Contohnya adalah kelapa sawit. Terus berapa konsentrasi atau ukuran pupuk atau pestisida bisa dimasukkan kedalam infus? Tentu jawabannya adalah semaksimal mungkin sampai batas mampunya tanaman mengolah.

Berapa Konsentrasinya?

Pemberian konsentrasi tinggi namun diberikan sedikit-sedikit mungkin sama yang diberikan secara terus menerus. Bebera pareferensi di media mengatakan pemberian 50% masih dapat diterima tanaman, artinya larutan pupuk atau pestisida dengan konsentrasi 50%. Tentu saja berbeda jenis berbeda potensi merusaknya. Perlu dipelajari dulu. Penggunaan aman sekitar 15 ml per liter untuk larutan pupuk cair dan pestisida cair.

Cara melubangi tanaman untuk infus dilakukan dengan cara dibor dengan sudut sekitar 45 derajat. Dengan menggunakan bor ukuran 1 cm dengan kedalaman 7 cm. Ada dua maksud menggunakan sudut 45 derajat yaitu sudut paling ideal tidak terlalu lancip maupun tumpul. Diharapkan lubang dapat memberikan dampak yang maksimal. Kedalaman bor sekitar 5 cm sampai 10 cm tergantung diameter pohon. Diupayakan larutan yang dimasukkan mengenai jaringan xilem sehingga larutan diangkut ke atas.

Cahaya dan  suhu sangat mempengaruhi keberhasilan infus tanaman. Mengapa? Karena larutan yang dimasukkan ke dalam jaringan tanaman dapat naik ke atas melalui proses transpirasi dan respirasi yang membutuhkan panas cahaya matahari. Efektivtas infus akan lebih baik bila dilakukan pruning atau penjarangan dahan. Panas meningkatkan serapan larutan keatas dan memproses lebih efsien dalam penggunaan pupuk atau pestisida  

Reporter : KPOP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018