Sabtu, 24 Agustus 2019


Blueberry Hibah Jepang, Peluang Usaha Tani Baru Nih!

09 Mar 2019, 09:33 WIBEditor : Yulianto

Sekjen Kementeraian Pertanian, Syukur Iwantoro menerima secara simbolis hibah dari Jepang | Sumber Foto:Humas Kementan

Blueberry merupakan tanaman sub tropis yang dapat tumbuh baik pada lahan dengan kelembaban rendah serta amplitudo suhu yang lebar. Karena itu, pada tahap awal bibit ini akan ditanam di tiga lokasi untuk mengetahui kesesuaian dari sepuluh varietas ter

TABLOIDSINARTANI.COM, Chiba--Budidaya blueberry bakal menjadi peluang usaha tani baru bagi petani. Dalam waktu dekat Ketua Asosiasi Petani Blueberry Jepang, Ezawa akan berkunjung ke Indonesia menyampaikan 10 varieras bibti rabit eye blueberry (Vaccinium Virgatum Aiton) untuk dibudidayakan di tiga lokasi Indonesia yaitu Bandung (Jawa Barat), Kaliurang (Yogyakarta) dan Soe (NTT).

Tidak saja datang mengantarkan hibah, Ezawa juga akan mendampingi teknik budidaya di tiga lokasi penerima hibah tersebut. Bukan hanya itu, budidaya yang bakal diterapkan akan menggunakan sistem pertanian organik yang dalam 50 tahun terakhir diterapkan di kebun miliknya.

“Nanti saya akan mengajari cara tanam dan pemeliharaan. Dalam setahun kita akan tahu, dari sepuluh varietas ini paling baik tumbuh dimana. Tentu akan berbeda-beda untuk tiga lokasi ini. Dengan begitu varietàs yang baik saja yang akan kita perbanyak,” kata  Ezawa di kebunnya Mariyatsu, Kisarazu, Chiba (6/3).

Keseriusan Ezawa mengembangkan blueberry di Indonesia terungkap saat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro berkunjung ke Jepang bertemu dengan Walikota Kisarazu, Prefecture Chiba, Yoshikuni Watanabe di kebun blueberry milik Ezawa.

Blueberry merupakan tanaman sub tropis yang dapat tumbuh baik pada lahan dengan kelembaban rendah serta amplitudo suhu yang lebar. Karena itu, pada tahap awal bibit ini akan ditanam di tiga lokasi untuk mengetahui kesesuaian dari sepuluh varietas terbaik pemberian Ezawa, yaitu Woodard, Bluegem, Ethel, Homebell, Brightwell, Menditoo, Gardenblue, Tifblue, Powderblue dan Baldwin.

Selain merupakan jenis tanaman hortikultura bernilai tinggi, blueberry mempunyai perakaran yang kuat dan cocok ditanam di daerah pegunungan atau lahan lereng guna menahan laju air. Karena itu, ke depan blueberry ini rencananya akan dikembangkan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk tujuan konservasi.

Blueberry dikenal sebagai buah yang bernutrisi baik untuk fungsi penglihatan, sehingga jus murni buah blueberry maupun produk olahannya dapat digunakan sebagai bahan pangan fungsional. Mengingat nilai ekonomi tanaman dan buah blueberry tersebut, Kementan demikian antuasias menyambut rencaa hibah dari Ezawa.

“Kami akan namakan blueberry ini nanti Blueberry Kisarazu. Pak Ezawa akan kami nobatkan sebagai Bapak Blueberry Indonesia. Jadi Warga Jepang kalau ke Indonesia akan menemui Kebun Blueberry Kisarazu di sana,kata Syukur Iwantoro.

Yoshikuni Watanabe juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kerjasama ini. “Terima kasih Pak Sekjen. Kami bangga dan bahagia warga kami bisa melakukan kerjasama dengan Indonesia. Pak Ezawa pakarnya untuk blueberry. Karena itu saya sangat mendukung dan yakin Pak Ezawa tidak akan mengecewakan kita semua,tutur Watanabe.

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018