Selasa, 26 Maret 2019


Lengkapi Agropolitan Kota Batu Malang dengan Bawang Putih

11 Mar 2019, 16:27 WIBEditor : Gesha

Bawang putih menambah agropolitan di Kota Batu Malang | Sumber Foto:AGUNG

pengembangan bawang putih di Kota Batu terus diperluas dan bisa disinergikan dengan agrowisata lain menjadi satu Kawasan Agropolitan terpadu

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Batu --- Meski berstatus kota, ternyata wilayah Batu sangat menonjol sektor pertaniannya, khususnya hortikultura modern. Bahkan bawang putih dipersiapkan untuk melengkapi kawasan Agropolitan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab mengatakan Kota Batu menjadi salah satu daerah yang ditargetkan untuk pengembangan bawang putih. 

Apalagi puluhan tahun lalu, kawasan Malang Raya termasuk Kota Batu dulu sangat dikenal sebagai sentra bawang putih di Jawa Timur, bahkan nasional. 

Kementan terus memantau Kota Batu Malang yang antusias dalam menyambut program pengembangan bawang putih. Buktinya, kurun tahun 2017-2018 sudah terdapat empat perusahaan yang melaksanakan wajib tanamnya di Kota Batu dengan realisasi tanam 50 hektar. 

“Kami berharap pengembangan bawang putih di Kota Batu terus diperluas dan bisa disinergikan dengan agrowisata lain menjadi satu Kawasan Agropolitan terpadu namun tetap berwawasan lingkungan. Ini sangat menarik," bebernya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono, menyebut komoditas hortikultura seperti buah-buahan, sayuran dan tanaman hias mendominasi pertanian di wilayahnya.

Menurutnya, jenis sayuran yang paling banyak ditanam petani adalah kentang, wortel, sawi putih, paprika, bawang merah dan bawang putih serta sayuran daun lainnya. 

Setidaknya ada 6.000 hektar tanah jenis Andosol dan 3.000 hektar tanah Kambisol wilayah Batu yang sangat cocok untuk pengembangan bawang putih.

“Petani semakin antusias tanam bawang putih.Kami berharap ini bisa makin melengkapi kawasan Agropolitan Kota Batu," sebut Sugeng.

Selain hortikultura, sambungnya, Kota Batu juga maju di sektor peternakan khususnya produksi susu segar. Ada tiga kecamatan sentra utama pertanian yaitu Batu, Junrejo dan Bumi Aji.

Bantuan Stimulan

Kepala Sub Direktorat Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Muh Agung Sunusi, mengatakan pemerintah pusat sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Batu membangkitkan kembali bawang putih.

"Sebagai wujud komitmen dukungan pemerintah pusat, Kementan mengalokasikan dana APBN untuk 50 hektar tanam bawang putih," tukas Agung.

Dana tersebut sifatnya stimulan dan bisa digunakan petani untuk membeli benih, pupuk organik dan an organik, mulsa, kapur dolomit dan bahan pengendali OPT ramah lingkungan. "Kami dorong terus para importir wajib tanam untuk merealisasi tanamnya disini," kata Agung.

Anggota Kelompoktani Kebun Jeruk Sukses, Umar Sajidin mengaku sejak tahun 2017 lalu telah menanam bawang putih di areal 30 Hektar di Desa Sumber Brantas pada ketinggian 1.200 meter dpl.

Rata- rata produksinya bisa mencapai 15 ton per hektar dengan varietas lumbu hijau. 

"Nenek kami selalu ngomong, kalau simpan bawang putih sama artinya menyimpan emas putih," kata Umar. 

Bahkan petani anggota kelompoknya sangat senang dengan adanya program kerjasama importir ini. "Kami berharap hasil panennya juga bisa diserap," pintanya.

Perwakilan PT Bawang Mas 99, Thio Herry mengaku senang bisa berpartisipasi dalam mensukseskan program swasembada bawang putih nasional.

Total bawang putih yang ditanam 40 hektar dengan menggunakan pola bagi hasil 80 : 20.

"Kami berikan bantuan benih bawang putih 500 kilogram per hektardan biaya sarana produksi sebesar Rp. 15 juta per hektar. Harapan kami bisa lanjut terus, petani senang dan makin fokus dalam berbudidaya bawang putih," sebutnya.

Reporter : Agung Sunusi
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018