Kamis, 18 Juli 2019


Jamin Tanaman Subur dan Menghasilkan, Pakailah Benih Bersertifikat !

18 Mar 2019, 10:52 WIBEditor : Gesha

Hasilkan tanaman yang berkualitas, petani harus menggunakan benih bersertifikat | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

Maka dari itu pemerintah terus berupaya melakukan pembinaan terhadap produsen, penyalur dan petani salah satu contoh dengan kegiatan memasyaraktan benih bermutu kepada masyarakat.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Benih berkualitas kunci sukses keberhasilan usaha tani. Penyediaan benih berkualitas terus dikembangkan dan didukung dengan kelembagaan benih. Kelembagaan benih terdiri dari institusi pembina, pemulia, produsen, penyalur (pedagang) dan pengawas mutu benih. 

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman mengungkapkan Pola distribusi benih dalam suatu wilayah dipengaruhi oleh jumlah produsen yang ada di wilayah tersebut. "Selain itu kepedulian petani untuk menggunakan benih bermutu, akses dan ketersediaan serta partisipasi pemerintah setempat dibutuhkan untuk mendapatkan benih bermutu," tuturnya.

Penggunaan benih tidak bersertifikat masih banyak dilakukan beberapa petani. Melihat hal tersebut, fungsi kelembagaan benih perlu lebih ditingkatkan. Maka dari itu pemerintah terus berupaya melakukan pembinaan terhadap produsen, penyalur dan petani salah satu contoh dengan kegiatan memasyaraktan benih bermutu kepada masyarakat.  

Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Suharto mengungkapkan Kegiatan pemasyarakatan benih bermutu yang sekarang terdapat di wilayah kami memberikan informasi positif mengenai benih bermutu. "Penggunaan benih bermutu tani ini diharapkan dapat berkembang dan sejahtera anggotanya," ungkapnya.

Pengawasan sistem produksi terhadap produsen dan penyalur benih juga dilakukan oleh tim teknis dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi di provinsi. Kegiatan pengawasan produksi benih diawali dengan pemeriksaan pendahuluan, fase pertumbuhan, hingga menjelang panen. Komponen teknis tersebut dilakukan untuk memenuhi standar mutu benih yang dipersyaratkan.

"Pemeriksaan lapang hingga dilakukan uji laboratorium terhadap sampel benih dilakukan untuk memastikan benih yang beredar di masyarakat nantinya tidak abal-abal, tidak kadaluwarsa, dan tidak terbawa penyakit," jelas Suparno, PBT Provinsi Yogyakarta.

Benih bersertifikat untuk komoditas hortikultura bisa diperoleh dari produsen binaan BPSB. Selain itu masyarakat juga bisa memperoleh melalui BBH setempat. Untuk mengenali tanda benih bersertifikat, hal ini bisa dilihat dari tanda daftar dan nomer seri dari BPSB yang mencantumkan nama produsen, alamat, nomor induk, varietas , tanggal pemeriksaan lapangan dan pemasangan label.

Reporter : Annisa Adelia Nur Rahmawati
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018