Kamis, 23 Mei 2019


Kaltim Tingkatkan Pendapatan Petani Padi dengan Usaha Agribisnis Terpadu Buah Kelengkeng

02 Apr 2019, 06:02 WIBEditor : Ahmad Soim

Bantuan bibit kelengkeng untuk pengembangan usaha agribisnis terpadu di Paser Kaltim | Sumber Foto:repro www.inews.id

“Saat ini mereka sudah panen, satu pohon bisa panen 60 kg buah kelengkeng. Dengan harga Rp 40 ribu per kg, maka pendapatan mereka Rp 2,4 juta per pohon,” jelas Ibrahim kepada Sinar Tani di Samarinda (1/4)

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur mengembangkan sentra Kawasan buah di rumah-rumah keluarga petani padi sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan padi melalui program Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT).

 

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim Dr H Ibrahim mengatakan program ini sudah dilakukan  di Kecamatan Kuaro, Paser, Kaltim. Setiap KK petani diberikan bantuan3 bibit kelengkeng unggul yang didatangkan dari Jawa Tengah.

 

 “Saat ini mereka sudah panen, satu pohon bisa panen 60 kg buah kelengkeng. Dengan harga Rp 40 ribu per kg, maka pendapatan mereka Rp 2,4 juta per pohon,” jelas Ibrahim kepada Sinar Tani di Samarinda (1/4).

 

KUAT dikembangkan Pemprov Kaltim  bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman untuk mengembangkan pendapatan petani padi dengan usaha pertanian terpadu di beberapa desa sentra pertanian padi sawah di wilayah Kabupaten Paser.

 

Dengan KUAT jelas Ibrahim petani diharapkan memiliki pendapatan harian (daily income) melalui panen buah dan sayuran yang bisa dilakukan setiap hari. Selain juga, ada panen mingguan, panen bulanan dan panen raya tahunan.

 

Kaltim juga  mengembangkan Kawasan KUAT buah alpokat di daerah yang iklimnya telah tumbuh tanaman alpokat dengan baik. “Kita masukkan   bibit alpokat yang lebih baik,” tambah Ibrahim.

 

Untuk pengembangan buah lokal spesifik seperti  buah pepaya mini sudah berkembang di Balikpapan. Selain itu, juga ada kebun buah naga, buah nanas madu, durian legit dan mawar, lay Mahakam, jeruk borneo prime (keprok).

 

“Kita minta daerah daerah yang memiliki plasma nutfah buah spesifik lokal unggul itu mengembangkan Kawasan buahnya  di kabupatennya masing masing. Provinsi akan membantu dan mendorong pengembangannya,” kata Ibrahim.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018