Selasa, 23 April 2019


Manajemen Tanam Bawang untuk Hadapi Lebaran

14 Apr 2019, 07:50 WIBEditor : Yulianto

Petani bawang merah di luar musim di Solok Sumbar | Sumber Foto:KaBe

Jika puasa dan Lebaran pada Mei-Juni, maka petani dihimbau untuk menanam dua bulan sebelumnya

TABLOIDSINARTANI, Jakarta--Pemerintah telah menyiapkan manajemen tanam bawang merah untuk menghadapi naiknya permintaan saat Lebaran. Strategi itu untuk memastikan stok ‘bumbu dapur’ itu tersedia dan tidak ada gejolak harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Saat mendekati puasa dan Lebaran, kita melakukan pendekatan manajemen tanam. Jika puasa dan Lebaran pada Mei-Juni, maka kita sudah mendorong petani untuk menanam dua bulan sebelumnya,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Direktorat Jenderal Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi di sela-sela operasi pasar (OP) bawang merah dan bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (13/4).

Menurut Agung, luas tanam tersebut paling tidak 5-10 persen dari bulan-bulan sebelumnya atau sekitar 9 ribu ha. Kalkulasinya, jikia produktivitas tanaman mencapai 10 ton/ha, maka akan ada panen sebanyak 90 ribu ton. “Dengan jumlah itu saya perkirakan akan cukup aman untuk memenuhi permintaan puasa dan Lebaran,” ujarnya.

Agung juga menjamin stok produksi bawang merah pada April sampai Lebaran aman. Bahkan ia memprediksi melebihi kebutuhan karena terdapat panen raya di sentra-sentra besar produksi, termasuk Brebes sekitar 2 ribu ha. "Stok dari sentra semakin normal dan harga mudah-mudahan bisa menyesuaikan normal,” ujarnya.

Selain Brebes, April ini panen bawang merah juga akan beralngsung di Probolinggo, Bandung, Garut, Sukabumi, Bima, Sumbawa, Kendal, Demak, Majalengka, Cirebon bahkan Nganjuk dan Solok. Bahkan di Demak dan Solok akan panen masing-masing seluas 1.500 ha untuk memasok kebutuhan pasar Jakarta.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi menegaskan, petani sekarang sudah menyiapkan pertanaman untuk memasok nanti kebutuhan saat Ramadhan dan Idul Fitri.

 

Bawang putih impor yang masuk ke pasar induk Karamat Jati

Bawang putih

Terkait kebutuhan bawang putih menjelang puasa dan Lebaran, Suwandi mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang kejar target tanam. Bahkan, pada 2018 sudah berhasil tanam 11 ribu ha. Hasilnya diproses dijadikan benih untuk ditanam 2019 sekitar 20-30 ribu ha. Lalu dijadikan benih lagi untuk ditanam 2020-2021. Diharapkan, hingga akhir 2021 bisa tanam 100 ribu ha.

"Untuk kebutuhan konsumsi bawang putih memang saat ini dipasok dari stok yang ada dan dari impor, karena produksi dalam negeri fokus dijadikan benih dan ditanam lagi," ujar Suwandi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Taufik Yazid menambahkan, dalam dua minggu ke depan bawang putih impor akan masuk terutama dari China. Data Ditjen Hortikultura telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sebanyak 120 ribu ton yang aman untuk tiga bulan ke depan.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018