Kamis, 14 November 2019


Bawang Putih Lokal Masih Digunakan Untuk Perbanyakan Benih

10 Mei 2019, 16:30 WIBEditor : GESHA

benih lokal yang tersedia menurut data Ditjen Hortikultura hingga Maret 2019, bersumber dari penangkar-penangkar di 4 provinsi yaitu NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat sebanyak 5300 ton. Termasuk benih lokal di antaranya varietas Sangga Sembalun | Sumber Foto:ISTIMEWA

Saat ini, benih lokal yang tersedia menurut data Ditjen Hortikultura hingga Maret 2019, bersumber dari penangkar-penangkar di 4 provinsi yaitu NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat sebanyak 5300 ton.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sembalun --- Kementan hingga kini masih fokus untuk memperbanyak benih unggul menuju swasembada bawang putih pada 2021 mendatang. Salah satunya di daerah pertanaman sentra, Sembalun Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Alhamdulillah dua minggu lagi panen, produktivitasnya sekitar 3-4 ton/ha. Tapi hasilnya tetap akan dimaksimalkan untuk penyediaan benih,” ujar petani bawang putih di Desa Sembalun Lawang, Minardi pada tabloidsinartani.com.

Meski begitu, Ketua Kelompok Tani Horsela ini mendukung penuh program kementan untuk swasembada bawang putih pada 2012. Ia dan anggota kelompok taninya tetap fokus melakukan penyediaan benih Kabupaten Lombok Timur, khususnya Kecamatan Sembalun.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menuturkan saat ini benih lokal yang tersedia menurut data Ditjen Hortikultura hingga Maret 2019, bersumber dari penangkar-penangkar di 4 provinsi yaitu NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat sebanyak 5300 ton. Termasuk benih lokal di antaranya varietas Sangga Sembalun, Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning.

Adapun produksi bawang putih yang dihasilkan oleh petani dijual dengan kisaran Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kilogram (kg). Produksi bawang tersebut ditanam oleh para importir melalui kebijakan wajib tanam 5?ri impor yang dilakukan.

Hasil produksi bawang yang dijadikan bibit biasanya mengalami penyusutan bobot sebesar 50%. Sebab, diperlukan pengeringan selama kurun waktu 3 bulan. "Biasanya bawang yang dipanen itu bobotnya nyusut 50% karena ada pengeringan selama 2-3 bulan prosesnya," ungkap dia.

Sementara itu, hingga saat ini luas tanam bawang putih di dalam negeri tercatat sudah mencapai 30 ribu ha. Angka ini ditargetkan meningkat hingga 60 ribu ha.
"Yang ditanam lagi tahun ini ada 20-30 ribu ha. Angka ini meningkat dari pertama 1900 ha dan akan meningkat," jelas dia.

 

 

 

Reporter : TIARA/Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018