Senin, 22 Juli 2019


Begini Cara Mudah Atasi Hama Uret di Budidaya Nanas

13 Jun 2019, 16:20 WIBEditor : Gesha

Uret menyerang tanaman dengan cara memotong dan memakan perakaran sehingga tanaman menjadi merana, mudah dicabut dan dalam serangan berat bahkan menyebabkan tanaman mati. | Sumber Foto:ISTIMEWA

Dalam pengelolaan hama tersebut, maka harus dilakukan secara terpadu mengikuti konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Pengendalian ini dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa cara pengendalian diantaranya pengendalian mekanis, kultur teknis, b

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri --- Nanas menjadi salah satu hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, budidaya nanas masih sering terkena hama uret yang membuat petani mati gaya. Padahal ada cara mudah lho untuk mengatasi hama ini.

Uret atau Lepidiota stigma sering menimbulkan kerugian  bagi petani nanas di Kediri.  Hama ini menyebabkan tanaman nanas yang sehat tiba-tiba layu dan mati karena akar utamanya dirusak.

"Kerusakan terberat dapat disebabkan oleh larva instar ke 3. Hama uret ini juga mempunyai kisaran inang yang sangat luas yaitu salak, pisang, labu, semangka, cabai, kacang, jagung, karet, kelapa, kopi, tebu dan tanaman lainnya," ujar Fungsional POPT Hortikultura, Arif Akbar.

Arif menjabarkan, serangga dewasa dalam bentuk kumbang, meletakkan telurnya di tanah yang ditutupi serasah-serasah dan  atau diletakkan di dalam tanah.  Stadium pertumbuhan uret terdiri dari tiga, yaitu stadia telur, larva dan dewasa (imago).

Stadia yang berperan menjadi hama yaitu stadia larva (instar 3 paling merusak), stadia larva umumnya berada di tanah atau sekitar tanah, sedangkan pada stadia dewasa (imago) kumbang yang dapat terbang jauh serta tertarik dengan cahaya.

Uret menyerang tanaman dengan cara memotong dan memakan perakaran sehingga tanaman menjadi merana, mudah dicabut dan dalam serangan berat bahkan menyebabkan tanaman mati.

"Dalam pengelolaan hama tersebut, maka harus dilakukan secara terpadu mengikuti konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Pengendalian ini dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa cara pengendalian diantaranya  pengendalian mekanis, kultur teknis, biologis atau dengan kimia," jelas Arif.

Pengendalian mekanis dimulai dengan  menggumpulkan dan memusnahkan telur dan larva uret. Pemusnahan dilakukan dengan mengumpulkan/membuntit uret menggunakan kantong plastik atau di berikan kepada hewan peliharaan seperti burung dan ikan.

Sedangkan pengendalian biologis dengan menggunakan jamur entomopatogen Metarhizium sp.  Jamur ini dapat diaplikasikan langsung di lahan dan akan menginfeksi uret.

Penggunaan perangkap lampu juga bisa dilakukan untuk memerangkap  serangga dewasa (kumbang). Cara ini dapat di kombinasikan dengan memasang baskom berisi air atau jaring di bawah lampu sehingga kumbang terperangkap.

Cara pengendalian paling ideal adalah mengkombinasikan cara-cara pengendalian tersebut.

Semoga dengan semakin baiknya harga jual nanas yang diperoleh petani akan memotivasi petani untuk lebih memperhatikan dan merawat tanamannya secara intensif.

"Guna mendatangkan keuntungan optimal serta menghindarkan kerugian akibat serangan hama dan penyakit petani perlu mengetahui cara-cara pengendalian hama terutama Uret. Untuk mendapatkan produk yang aman konsumsi maka pengendalian OPT dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan," ujar Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf.

Yanti menambahkan bahwa walaupun nanas bukan komoditas utama nasional akan tetapi pemerintah  tetap memperhatikan. Buah ini berpotensi ekspor serta mampu menggerakkan perekonomian petani, khususnya di kabupaten-kabupaten sentra pengembangan nanas.

Reporter : Arif Akbar
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018