Sabtu, 24 Agustus 2019


Pemerintah Tumbuhkan Kawasan Manggis untuk Keberlanjutan Ekspor

06 Agu 2019, 07:54 WIBEditor : Gesha

Manggis Indonesia terus didorong untuk memenuhi pasar ekspor | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---Manggis menjadi komoditas hortikultura yang kini mampu menembus pasar ekspor. Nah, agar pasokan manggis ke mancanegara kontinyu, pemerintah akan membangun kawasan manggis di sentra-sentra baru.

Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman  mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk buah tropika seperti manggis, durian, manggis, jeruk dan rambutan.

Bahkan jika dipetakan mulai dari Sabang sampai Merauke, ternyata Indonesia yang off (tidak ada produksi buah) hanya dua bulan yakni Juni dan Juli. “Buah tropika kita tersedia sepanjang tahun, memang permasalahannya bila untuk tujuan ekspor masih terbatas volumenya,” katanya.

Liferdi mengakui, punya pengalaman pribadi ketika eksportir minta disediakan manggis untuk pasar Thailand dan China sebanyak 12 kontainer, ternyata untuk mendapatkan satu kontainer tidak mudah. “Ini karena kita belum menerapkan kawasan sentra buah-buahan, khususnya manggis,” ujarnya.

Karena itu Liferdi mengatakan, pemerintah melakukan pemetaan terhadap potensi produksi buah di Indonesia, khususnya manggis, yang saat ini telah ekspor. Dari hasil pemetaan ternyata produksi manggis hampir ada sepanjang tahun.

Namun persoalanya volumenya masih kurang dan tersebar di beberapa tempat. Ada yang di Purwakarta, Sukabumi, Bogor, Tasikmalaya dan beberapa wilayah di Sumatera. Padahal jika konsepnya untuk ekspor, maka harus dengan volume yang cukup dan berkelanjutan (sustainable) atau ada sepanjang waktu.

Selain kontinuitas, Liferdi mengakui, permasalah buah di dalam negeri adalah mutunya. Di satu sisi memang beberapa jenis buah dalam negeri sudah masuk ke pasar internasional. Namun di sisi lain, persentase yang layak ekspor relatif masih kecil, belum sampai 10 persen. “Permasalahan kita memang dari kualitasnya,” ujarnya.

 Karena itu lanjut Liferdi, dengan produksi yang ada perlu ditingkatkan kualitasnya. Pelatihan GAP akan menjadi agenda untuk meningkatkan wawasan pengetahuan petani agar produksi buahnya layak serta bisa lebih banyak lagi di ekspor.

Liferdi mengatakan, ke depan langkahnya adalah menumbuhkan sentra-sentra produksi di setiap daerah. Dengan demikian, produksi akan tersedia sepanjang tahun dan mutu bisa ditingkatkan.

“Kita perlu bangunkan kawasan baru sentra manggis. Kita petakan dari Aceh sampai Papua, ternyata yang kosong hanya di Juni dan Juli. Minimal satu kawasan bisa menyuplai satu kontainer untuk ekspor, sehingga lebih praktis dan ekonomis untuk memenuhi kuota ekspor,” tuturnya.

Manggis Ratu Tembilahan

Salah satu target pengembangan kawasan manggis adalah rawa yang terdapat manggis Ratu Tembilahan. “Habitatnya manggis itu memang di daerah rawa. Dengan program pemerintah sekarang yang membuka lahan baru di daerah rawa, bisa menjadi salah satu pengembangan buah manggis,” ungkapnya.

Data menyebutkan, daerah asal manggis Ratu Tembilhan adalah Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau, yang berada di ketinggian sekitar 16 meter di atas permukaan laut (dpl). Manggis ini tumbuh di pekarangan penduduk dan biasa disebut sebagai manggis lokal Tembilahan.

Perbedaan menonjol manggis ini dengan manggis umumnya adalah dalam bentuk buah, panjang tangkai buah, bentuk dan ukuran cupat atau penanda jumlah stigma lobe, dan jumlah segmen buahnya.

 Keunikan manggis Ratu Tembilahan terletak pada bentuk buahnya yang agak pipih (rasio tinggi/diameter buah sekitar 0.8), tangkai buahnya lebih pendek (1.0-1.6 cm), bentuk stigma lobe ellip dan ukuran stigma lobe 35-44% diameter buah, serta jumlah segmen buah yang lebih banyak yaitu antara 5-11.

Sementara manggis yang umum dijumpai di pasaran atau yang diekspor biasanya berbentuk bulat (rasio tinggi/diameter buah lebih dari 0.84), panjang tangkai buah 2.5-3 cm, tebal kulit buah 0.8-1.0 cm, jumlah segmen buah 5-8, dan bentuk stigma lobe bulat dengan ukuran sedang. Umumnya manggis mempunyai stigma lobe dengan ukuran 30-40% diameter buah.

Keistimewaan lain dari manggis Ratu Tembilahan, mempunyai rasa yang manis dan sedikit masam (manis segar) dengan tingkat kemanisan atau total padatan terlarut rata-rata 16,79 oBrix. Berarti manggis ini mempunyai cita rasa yang lebih manis segar.

Disamping itu daging buah lebih padat dan kadar airnya lebih rendah dari rata-rata kadar air manggis umumnya, yaitu sekitar 77%. Sedangkan umumnya kadar air manggis di atas 80%. Selain itu apabila dibuka hampir tidak dijumpai getah kuning baik pada bagian dalam dan daging buahnya.

Reporter : TABLOID SINAR TANI
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018