Jumat, 13 Desember 2019


Dataran Rendah Bima, Bawang Putih Bisa Panen 10 ton !

07 Sep 2019, 20:53 WIBEditor : Gesha

Meskipun di dataran rendah, bawang putih nyatanya mampu dipanen sebanyak 8-10 ton | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bima --- Selama ini bawang putih dikenal hanya mampu berkembang di dataran tinggi saja, tanaman ini dijumpai di lereng gunung atau berketinggian diatas 800 mdpl. Seiring gencarnya upaya pemerintah memacu produksi komoditas bawang putih, petani sekaligus penangkar benih Bima Nusa Tenggara Barat melakukan uji coba tanam di dataran rendah dan berhasil tumbuh baik.

Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman saat panen bawang putih bersama Bupati Bima di lahan uji coba Desa Lido, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima NTB, Kamis (5/9), menilai prospek pengembangan di lokasi ini menjanjikan. 

"Ketinggian daerah ini hanya 87 mdpl yang notabene tergolong dataran rendah. Ternyata bawang putih varietas Sangga Sembalun bisa tumbuh bagus. Ukuran umbinya juga besar. Produktivitasnya bisa mencapai 8-10 ton kering per hektare," ujar Sukarman.

Sukarman menyebutkan keberhasilan ini membuka peluang untuk penelitian atau uji tanam di tempat lain. Fakta lapang ini memberikan harapan besar bagi pengembangan bawang putih di dalam negeri.

Dirinya menambahkan, agroklimat di Kabupaten Bima secara umum memang cocok untuk budidaya aneka sayuran umbi, khususnya bawang merah dan bawang putih. "Terbukti, bawang merah terbaik kualitas ekspor selalu disuplai dari Bima dan sekitarnya. Saya optimis bawang putih Bima juga menyusul," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa wilayah Kepulauan Nusa Tenggara termasuk Bima, memiliki anugerah alam berupa tiupan angin muson Tenggara. Angin tersebut membawa massa udara dari Benua Australia yang sifatnya dingin dan kering.  Kondisi ini sangat cocok untuk pertumbuhan bawang putih.

"Pada musim kemarau seperti saat ini, cuaca cenderung cerah dan sedikit tutupan awan. Radiasi sinar matahari yang diterima bumi akan mengoptimalkan proses fotosintesa sehingga produktivitasnya tinggi. Jadi memang tidak semata-mata karena faktor dataran rendah," imbuhnya. 

Dihadiri petani dan penyuluh lapangan, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri memuji inovasi upaya pengembangan bawang putih di dataran rendah. 

"Ini unik, bawang putih yang tadinya dianggap hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, ternyata di Bima bisa tumbuh dan berumbi dengan baik di dataran rendah. Patut diapresiasi keberanian dan keuletan petani Bima ini. Petani perlu mengatur pola tanam dan memperbaiki cara budidayanya agar lahan ini bisa bertahan ratusan tahun demi anak cucu," kata Indah optimis. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Indra Jaya, mengatakan luas pertanaman Januari - September mencapai lebih dari 1.500 hektare. Pertanaman ini dilakukan melalui tiga skema, bantuan APBN, swadaya dan wajib tanam importir. Dari hasil pengubinan yang dilakukan, produktivitas panen bawang putih dataran rendah Belo mencapai 16-20 ton per hektare basah.

"Kalau hitungan panenan kering sekitar 8-10 ton per hektare. Tidak jauh beda dengan bawang putih dataran tinggi. Ini artinya bawang putih dataran rendah sangat potensial dikembangkan di Bima," ujar Indra.

Sejarah menyebutkan Bima dulunya memang pernah menjadi sentra bawang putih sebelum akhirnya tergilas oleh bawang impor. "Sejarah nenek moyang dulu, Bima menjadi sentra produksi bawang putih yang luas. Termasuk kawasan Belo sini, memang cocok sekali untuk bawang putih. Dulu banyak ditanam varietas lokal. Namun saat ini, varietas Sangga Sembalun pun ternyata bisa tumbuh dan berumbi dengan bagus disini," tukasnya.

Petani sekaligus penangkar benih bawang putih asal Bima, M Yamin, mengaku senang bisa membuktikan bahwa bawang putih bisa dibudidayakan di lahan dataran rendah miliknya. 

 

"Awalnya saya penasaran saja ingin mematahkan anggapan umum bahwa bawang putih hanya cocok ditanam di dataran tinggi. Padahal potensi lahan dataran rendah di Bima sangat luas. Setelah saya lakukan ujicoba tanam seluas 3,5 hektar dan rawat dengan baik, nyatanya bawang putih bisa tumbuh dan berumbi di dataran rendah seperti di Belo ini," tutup Yamin.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018