Selasa, 26 Maret 2019


Manisnya, Nanas Gambut

25 Jun 2013, 18:59 WIBEditor : Kontributor

Gambut pada awal pembukaan transmigrasi umumnya dianggap sebagai tanah bermasalah. Bukan hanya  kondisi lahan yang tidak stabil, tapi juga masam, susah dikelola untuk lahan pertanian.  Tapi kini lahan gambut menjadi salahsatu alterntif untuk pengembangan usaha pertanian yang cukup menjanjikan.

Lahan gambut yang dulu dianggap anak tiri, kini banyak dimanfaatkan untuk usaha pertanian. Bahkan di era orde baru, Pemerintah Soeharto pernah mencanangkan pengembangan lahan padi satu juta hektar di lahan gambut. Contoh yang kerap ramai diributkan adalah pengembangan kelapa sawit di lahan gambut.

Ketika lahan subur di Pulau Jawa mulai susut akibat konversi lahan, gambut menjadi salahsatu alternatif perluasan areal pertanian. Bukan hanya untuk tanaman pangan, tapi juga  komoditi hortikultura. Misalnya, pengembangan nanas di lahan gambut yang kini marak di Kalimantan Tengah. Lahan gambut kini mulai dilirik investor untuk menanam nanas.

Seperti diketahui, nanas merupakan buah tropis yang terkenal dan banyak digemari masyarakat. Kandungan air buah nanas yang cukup banyak menimbulkan sensasi segar, manis dan sedikit masam merupakan rasa khas yang spesifik.

Contoh pengembangan tanaman nanas cukup maju di tanah mineral lahan kering adalah PT. Great Giant Pineapple (GGP), di Lampung.  Dengan pengelolaan kebun yang baik mampu menghasilkan produk olahan nanas untuk pangsa ekspor. Namun demikian, pengembangan nanas di tanah tersebut memerlukan irigasi yang menelan biaya cukup besar. Bahkan PT GGP kini sudah melirik pengembangan nanas di lahan gambut seluas 100 ribu ha.

Dari hasil kajian, nanas madu dari Kecamatan Basarang ternyata lebih manis dibandingkan tiga jenis nanas lainnya.  Angka brix nanas madu dari Kecamatan Basarang mencapai 14,4, dibandingkan dengan nanas madu yang dipajang di Hypermart hanya 9,8, nanas Lembang 12,0, dan nanas Bogor 12,8.

Penulis: Anang Firmansyah - BPTP Kalteng

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI

(berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066)

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018