Friday, 07 May 2021


Puluhan Kontainer Bawang Putih Ngendon di Surabaya

17 Apr 2013, 00:22 WIBEditor : administrator
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui surat gubernur akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian agar bisa memberlakukan diskresi kepada importir yang barangnya berada di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebelum 8 Maret 2013. 

Diskresi itu untuk memberi kelonggaran kepada importir guna mengurus Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dan SPI dalam batas waktu tertentu. "Kalau importir juga tidak mengurusnya, ada apa? Ada tanda tanya besar," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Hadi Prasetyo, di kantornya, Rabu, 13 Maret 2013.

Saat ini, kata Hadi, ada 110 kontainer bawang putih di Terminal Peti Kemas, dan sudah mengurus RIPH dan SPI. Sebanyak 70 persen di antaranya berisi bawang putih. Dari jumlah itu, 32 kontainer sudah menetap di gudang peti kemas selama 20 hari, 62 kontainer ngendon 30 hari, dan sisanya sudah lebih dari sebulan disimpan di dalam gudang. Dokumen telah lengkap, tapi importir tidak mengeluarkannya dari gudang.

Hadi mengancam, jika bawang putih terus ditumpuk di Terminal Peti Kemas, pemerintah akan mengirim kembali atau re-ekspor.Usul lainnya adalah membuka Pelabuhan Tanjung Priok khusus untuk bawang putih impor. Selain itu, ada kemungkinan barang-barang tersebut dinyatakan sebagai barang tidak dikuasai karena telah sampai di pelabuhan lebih dari 30 hari. 

Dalam tiga hari ini, Hadi berharap ada jawaban dari pemerintah pusat. "Kalau tidak diambil-ambil, barangnya bisa dikuasai pemerintah. Tapi itu kewenangan Kementerian Keuangan."

Saat ini, harga bawang putih di pasaran melonjak tajam. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan akan mendorong para importir segera mengangkut komoditas impor dari pelabuhan agar kebutuhan bawang putih segera terpenuhi. 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah berkoordinasi dengan Bea Cukai, balai karantina, dinas perdagangan, dinas pertanian, dan PT Sucofindo untuk membicarakan masalah ini. Pemerintah juga akan mengevaluasi kinerja dan etika bisnis importir agar masalah ini tak lagi terulang. 

AGITA SUKMA LISTYANTI
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018