Thursday, 24 September 2020


Cara Alami Pertahankan Kualitas Mangga Ekspor

28 Nov 2013, 15:51 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

Salah satu persoalan utama ekspor produk hortikultura adalah menjaga kualitas agar tetap baik saat diterima konsumen. Selama ini banyak komoditi hortikultura yang mutunya merosot saat sampai negara tujuan. Tidak terkecuali dengan produk mangga Indonesia.

Kini dengan teknologi pengawet alami, kualitas mangga yang diekspor dapat dipertahankan. Paling tidak mampu memperpanjang masa segar buah dari satu minggu menjadi sekitar sebulan. Uji coba pengiriman mangga dengan pengawet alami tersebut telah dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian bekerjasama eksportir hortikultura, PT. Alamanda Sejati Utama.

Setelah keberhasilan ekspor perdana, pemerintah dengan perusahaan yang sama sudah mencanangkan ekspor kedua. Sekitar 10 ton mangga varietas gedong gincu akan dikirim ke Dubai, Uni Emirat Arab. Buah eksotis yang berasal dari lahan petani di Majalengka dan Cirebon akan menempuh waktu sekitar 14 hari menggunakan kapal laut. Kapal laut dipilih karena biaya yang jauh lebih hemat ketimbang jalur udara.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Haryono mengatakan, penerapan teknologi pengawet alami terhadap mangga gedong gincu ini sesuai keinginan masyarakat internasional yang lebih mementingkan warna. “Kami sudah tawarkan jenis mangga yang lain yang lebih manis, masyarakat Eropa memilih mangga yang memiliki warna lebih menarik," ujarnya usai membuka acara International Conference on Agricultural Postharvest Handling and Processing (ICAPHP) di Jakarta.

Menurut Haryono, sentuhan teknologi perlu dilakukan pada proses pemasaran dan pengolahan hasil pertanian. Sebab, penanganan segar dan pengolahan hasil menentukan kualitas dan daya saing produknya.

“Sentuhan teknologi, dibutuhkan karena konteks pertanian ke depan terkait dengan kesehatan pangan mulai dari sistem produksi, panen, pengemasan hingga distribusi,” katanya. Ke depan, lanjut dia, pertanian mengarah pada tiga hal, yakni bio science, inovasi teknologi merespon perubahan iklim dan aplikasi informasi teknologi.

Informasi lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (info berlangganan SMS ke : 081317575066).

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018