Thursday, 24 September 2020


Kentang Keripik, Medians Siap Geser Posisi Atlantik

06 Dec 2013, 12:47 WIBEditor : Nuraini Ekasari sinaga

Keripik kentang selama ini menjadi makanan ringan yang banyak diminati masyarakat. Sayangnya bibit untuk budidaya kentang keripik tersebut masih harus dipasok dari luar negeri. Paling terkenal adalah kentang Atlantik yang berasal dari Kanada.

Kini petani hortikultura tanah air tak lagi harus tergantung bibit kentang impor. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Badan Litbang Pertanian, Lembang, Bandung, berhasil mengembangkan bibit kentang unggul untuk keripik yang cocok untuk kondisi Indonesia. Ada tiga verietas kentang unggul yaitu Medians, Amabile dan Maglia. Dari tiga varietas tersebut, Medians menjadi unggulan untuk menggeser posisi Atlantik.

Keunggulan varietas kentang Medians adalah potensi produksinya mencapai 31,9 ton per ha, umur panen hanya 100-110 hari, serta sangat cocok untuk diolah menjadi keripik kentang. Sedangkan kentang varietas Maglia mempunyai potensi produksi sebanyak 29,2 ton per ha. Kelebihan lainnya rendemen sangat tinggi, sehingga cocok menjadi bahan baku keripik kentang. Adapun kentang varietas Amabile berpotensi 29,2 ton per ha. Umur 100-110 hari, juga cocok menjadi keripik kentang.

Pemulia kentang industri dari Balitsa, Kusmana mengatakan, dengan adanya tiga varietas kentang unggul baru akan mendorong pertumbuhan industri keripik kentang di dalam negeri. Selama ini industri banyak menggunakan kentang Atlantik, karena memang cocok untuk kentang goreng.

“Sebaliknya di lapangan, ternyata banyak petani yang tidak menyukainya. Sebab, kentang Atlantik tersebut mudah terkena hama dan penyakit,” katanya saat Sinar Tani berkunjung ke Balitsa, Lembang, beberapa waktu lalu.

Dengan latar belakang itu, kemudian Balitsa mencoba mengadakan penelitian untuk mendapatkan varietas kentang yang khusus untuk industri. “Kami memakai varietas Atlantik sebagai tetua betinanya dan sebagai tetua jantannya dipakai klon unggul dari dalam negeri. Lalu, kita silangkan,” katanya.

Informasi lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (info berlangganan SMS ke : 081317575066).

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018