Kamis, 18 Oktober 2018


Kementan Dorong Wajib Tanam dan Berproduksi Bawang Putih bagi Industri Makanan

09 Agu 2018, 21:17 WIBEditor : Kontributor

Setelah sukses mendorong importir  untuk wajib menanam bawang putih di Nusantara, kini giliran industri makanan didorong Kementerian Pertanian untuk turut andil dalam pertanaman bawang. Agar sama-sama mencapai swasembada bawang putih tahun 2021.

"Importir umum maupun pelaku usaha industri makanan yang selama ini mengimpor bawang putih, kita rangkul bersama-sama mensukseskan program ini", ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat mengecek gudang persediaan bawang putih milik Wings Food Group di Gresik Jawa Timur (8/8).

Prihasto menambahkan, sesuai ketentuan Permentan 38/2017 dan Permentan 24/2018, importir baik umum maupun industri diwajibkan menanam dan memproduksi bawang putih di dalam negeri sekurang-kurangnya 5% dari volume pengajuan RIPH. "Caranya, importir bisa bermitra dengan kelompoktani yang terdaftar di dinas pertanian kabupaten untuk menanam bawang putih,"terangnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memastikan para importir maupun industri yang mengimpor bawang, mematuhi peraturan wajib tanam dan wajib berproduksi. "Wings Food Group mengimpor bawang putih dalam jumlah yang besar. ini perlu kami pantau dan bina agar sesuai ketentuan," ungkap Anton.

Managing Director Wings Group, Stevanus mengungkapkan kebutuhan bahan baku pendukung industri mie instan dan makanan olahan di Gresik cukup besar. "Pabrik kami yang di Gresik tiap hari mengolah 430 ton bahan mie instan. Produknya sudah diekspor ke 100 negara termasuk California Amerika Serikat," ungkap Stevanus.

Setiap harinya, pabrik Wings Group Food membutuhkan bawang putih 30 ton, bawang merah lokal 1 ton, dan cabai merah besar sekitar 10 ton. "Untuk bawang putih, kita masih harus impor," tuturnya.

Mengenai rencana pemerintah yang mewajibkan industri makanan untuk melakukan wajib tanam bawang putih, Stevanus mengaku tidak keberatan. "Kenyataannya kami sanggup melaksanakan aturan wajib tanam tersebut bekerjasama dengan kelompoktani di daerah Bojong Tegal Jawa Tengah," ungkapnya.

Stevanus membeberkan, untuk keberlangsungan pabrik mie dari Wings Food Group diperlukan impor sebanyak 6 ribu ton. "Sehingga kewajiban tanam kami seluas 67 hektar untuk RIPH 2017, semua sudah kami lunasi. Produksinya juga rata-rata mencapai 8 ton per hektar" ujar Stevanus.

Untuk tahun 2018, pihaknya sudah menanam seluas 48 hektar dan 19 hektar sisanya akan mulai ditanam pada September mendatang.

"Kami berkomitmen mengikuti aturan pemerintah. Kami tidak mau gambling  dengan melanggar aturan pemerintah karena ini menyangkut nasib 40 ribu karyawan yang menggantungkan pekerjaan di Wings Food Indonesia", tandasnya.

 

Editor : Gesha

TAG

BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018