Thursday, 24 September 2020


Nilai Tambah Angkat Daya Saing Produk Hortikultura

21 May 2013, 16:04 WIBEditor : Redaktur

Peluang pasar yang cukup besar, baik pasar domestik maupun internasional menuntut adanya upaya peningkatan produksi dan mutu melalui pengolahan hasil yang baik. Begitu juga dengan komoditas hortikultura yang mencakup produk buah, sayuran, biofarmaka dan tanaman hias/bunga. Dengan pengolahan, komoditi tersebut akan memiliki nilai tambah tinggi.

Pelaksana Harian Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian Yazid Taufik mengatakan, potensi komoditi hortikultura Indonesia cukup besar. Sayangnya banyak kendala dalam pengembangannya. Misalnya, produk hortikultura bersifat musiman, harga yang sangat fluktuatif,  serta penampilan produk olahan yang masih sangat sederhana.

Selain itu masih lemahnya kemampuan sumber daya manusia, kelembagaan usaha, dan sumber permodalan. Dengan demikian diperlukan pembinaan secara berkelanjutan agar nilai tambah produk hortikultura meningkat. “Penambahan nilai tambah menjadi sangat penting dan berperan strategis dalam pengembangan pasar untuk komoditas hortikultura,” katanya saat pertemuan Bakohumas 2013 dengan tema Peningkatan Nilai Tambah Petani Melalui Pengolahan Produk Hortikultura di Surabaya beberapa waktu lalu.

Yazid mengatakan, penambahan nilai pada produk hortikultura tidak lepas dari tujuan untuk menekan susut hasil panen dan pada akhirnya meningkatkan daya saing produk. Untuk itu dapat dilakukan dengan perbaikan mutu produk menggunakan teknologi atau penanganan pasca panen yang baik.

Sedangkan peningkatan daya saing produk hortikultura dapat dilakukan dengan  pengembangan  hortikultura dalam bentuk kebun (estate) hortikultura, penyeragaman jenis tanaman horti melalui seleksi unggul yang sesauai dengan kemauan pasar, pengelolaan produk hortikultura sesuai standar GAP (good agriculture practices), GHP (good handling practices) dan GMP (good manufacturing practices).

Selama ini kendala yang dalam pengembangan diversifikasi produk olahan hortikultura antara lain aplikasi teknologi yang sederhana, mutu olahan belum dapat menerapkan GMP dan skala usaha Industri Rumah Tangga (IRT). “Meskipun pasar domestik dan peluang pasar ekspor sangat besar, tapi karena promosi yang minim bisa menyebabkan daya saing menjadi lemah,” kata Yazid.

Potensi Indonesia untuk maju di bidang hortikultura cukup besar. Indonesia adalah negara dengan keragaman hayati terkaya setelah Brasil. Jenis tanaman hortikultura yang ada di Indonesia lebih dari 300 jenis, sedangkan yang dibudidayakan petani sebanyak 91 jenis.

Potensi lainnya, di lihat dari angka konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia baru  sekitar 34,5 kg/kap/tahun. Padahal Organisasi Pangan se Dunia (FAO) merekomendasikan antara 64–75 kg/kap/tahun. Artinya ada potensi peningkatan permintaan konsumsi produk hortikultura. “Apalagi dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat sekitar 6,4 % menyebabkan golongan menengah atas Indonesia terus tumbuh, sehingga akan mendorong permintaan produk hortikultura,” katanya.

Reporter: Echa

Editor : Yulianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018