Thursday, 24 September 2020


Mengembalikan Kejayaan Bawang Putih

05 Jun 2013, 16:06 WIBEditor : Ahmad Soim

Bawang putih pernah mencapai kejayaan sebelum tahun 1998. Salah satu yang merasakan adalah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Banyak petani bawang putih menunaikan Ibadah Haji dari usaha tani bawang putih.

Namun setelah tahun 1998, bawang putih tidak lagi menjadi usaha tani yang menggiurkan. Ini terjadi pasca Pemerintah Indonesia meneken kontrak kerjasama dengan China. Sejak itu bawang putih impor terus membanjiri pasar dalam negeri dengan harga lebih murah. Petani bawang putih dalam negeripun tak lagi bergairah. Banyak usaha tani bawang putih gulung tikar. Petani pun alih profesi.

Untuk mengembalikan kejayaan bawang putih lokal, Direktorat Hortikultura, Kementerian Pertanian, memberikan bantuan pengembangan sentral bawang putih. Bantuan yang diberi berupa varietas unggul, pupuk organik, traktor, pompa air, dan gudang pascapanen.

Direktur Budidaya dan Pascapanen Tanaman Sayuran dan Tanaman Obat, Yul Harry Bahar mengatakan, ada lima daerah sentra bawang putih yang akan diberikan bantuan yaitu, Tegal, Pemalang, Karanganyar, Ciwidey, dan Bima. Total areal lahan dari kelima daerah tersebut adalah 276 ha. “Kita akan mengembalikan kejayaan bawang putih lokal dengan pemberian bantuan di sentra bawang putih,” katanya.

Saat ini, harga bawang putih cukup baik di petani, sekitar Rp 25 ribu hingga 27 ribu per kg. Dengan harga yang cukup tinggi ini, petani bawang putih kembali bergairah. Padahal dengan harga Rp 8 ribu per kg saja, petani sudah menuai untung.

Salahsatu bantuan yang akan pemerintah berikan adalah varietas unggul bawang putih. Ada tiga varietas unggulan bawang putih, yaitu, Lumbun Hijau, Karanganyar, dan varietas lokal di setiap masih-masing sentra bawang putih. Untuk varietas Lumbun Hijau mampu menghasilkan 20-25 ton/ha.***

 

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018