Minggu, 20 Oktober 2019


Asyhari, Piawai Memproduksi Pupuk Organik

14 Okt 2014, 17:00 WIBEditor : Ika Rahayu

Sesuatu ilmu jika dipelajari serius pada akhirnya akan bisa mendatangkan keberhasilan. Ini terjadi pada Asyhari. Karena ketekunannya mempelajari ilmu pertanian, kini sosoknya dikenal sebagai petani sekaligus produsen pupuk organik yang sukses.

Awalnya, pria 44 tahun asal Desa Bumiharjo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini berprofesi sebagai pengrajin ukiran. Namun karena sehari-hari ikut membantu mengelola usahatani ayahnya, maka ketertarikannya terhadap dunia pertanianpun kian besar.

Pada awal tahun 2009 Asyhari mulai beralih profesi menjadi petani. Saat itu begitu banyak tantangan yang dihadapi, antara lain tanah di wilayah Desa Bumiharjo sudah tidak subur lagi. Petani pada umumnya masih menggunakan cara tradisional, kotoran ternak bertebaran di mana-mana sehingga sangat mengganggu kesehatan dan lingkungan sementara pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola kotoran tersebut belum dimiliki.

Asyharipun mulai belajar tentang pertanian termasuk teknik pembuatan pupuk organik. Selama dua tahun ia giat mempelajari dan mempraktekkan semua ilmu yang diperolehnya. Ilmu tersebut didapatnya dari petani yang sudah berpengalaman, PPL serta lewat pelatihan-pelatihan.

Berhasil memproduksi sendiri pupuk organik, Asyhari sempat kesulitan memasarkan karena pada saat itu para petani belum mau menggunakan pupuk organik dan mereka lebih percaya pada pupuk urea. Hal tersebut menjadi cambuk bagi Asyhari untuk melakukan sosialisasi ke petani lain bekerjasama dengan Mantri Tani, PPL dan pengurus Gapoktan. Bahkan kerjasama tersebut diperluas hingga ke bidang pemasaran.

Produksi Meningkat

Untuk pembuatan pupuk organik dan pengemasan, pihaknya juga bekerjasama dengan ibu-ibu PKK, petani dan pemuda di sekitar lingkungannya. Berkat kegigihan dan keuletannya, ayah tiga anak itu berhasil meningkatkan volume produksi pupuk organik dari semula 30 ton per musim, kini mampu memproduksi dan menjual 100 ton per musim.

Mulai saat itulah banyak petani, anggota kelompok tani, Gapoktan maupun tokoh masyarakat yang belajar dengannya tentang pembuatan pupuk organik, pakan ternak dan mol secara gratis.

Asyhari juga dikenal sangat aktif di berbagai kegiatan organisasi. Selain sebagai ketua kelompok tani dan Ketua Usaha Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA) ia juga merupakan pengelola PUAP, Sekretaris Koperasi Gapoktan, Sekretaris KTNA Kecamatan Keling dan pada 2014 ini terpilih menjadi Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di PNPM. Asyhari belakangan juga giat melakukan pengenalan dan pelatihan pembuatan pupuk organik pada anak sekolah MI, MTS dan SMU.

Sejauh ini telah banyak penghargaan yang diraih, di antaranya menjadi juara I lomba Krenova (kreatif dan inovasi) teknologi tingkat Kab. Jepara tahun 2013, juara I petani berprestasi tingkat Kabupaten Jepara tahun 2014. Terakhir, pria yang juga peternak sapi dan kambing ini masuk dalam jajaran penerima penghargaan petani berprestasi tingkat nasional tahun 2014. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018