Minggu, 20 Oktober 2019


Nyoman Suweca - Fokus Penuhi Permintaan Hotel dan Resto

27 Okt 2014, 20:07 WIBEditor : Ika Rahayu

Seiring kian derasnya  arus wisatawan ke Pulau Dewata, permintaan terhadap aneka jenis sayuran, buah serta bunga potong di wilayah ini terus meningkat. Permintaan  banyak datang dari hotel, restoran serta supermarket setempat.

Nyoman Suweca tak menyia-nyiakan peluang baik itu. Sebagai seorang petani,  jiwanya menjadi tertantang untuk bisa mengisi sebanyak mungkin peluang pasar yang ada di depan mata. Usaha budidaya aneka sayur dan bunga pun terus dilakoninya, kendati berbagai kendala masih dijumpainya di lapangan seperti kesulitan dalam memperoleh bibit tanaman dan faktor cuaca ekstrim yang kadang  menyebabkan gagal panen.

Ketekunan dan kerja kerasnya ternyata membuahkan hasil gemilang dengan ditetapkannya ayah tiga anak tersebut oleh pemerintah pusat sebagai petani berprestasi tingkat Nasional tahun 2014.  

Sarjana S1 ini memang begitu  aktif sebagai pelaku usaha agribisnis di kawasan Desa Candikuning sebagai sentra usaha budidaya hortikultura di Pulau Bali. Berbagai jabatan  diembannya antara lain sebagai Ketua Kelompok Tani Bumi Wahana Merta, Manager Koperasi Wahana Tani, pengurus Gapoktan Sayur Organik Kerta Giri Lestari, pengelola unit usaha pupuk organik Wiratani dan anggota Kelompok Tani Krisan Bedugul.

Sistem Green House

Nyoman Suweca sering mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan  baik yang diadakan  oleh pemerintah maupun pihak swasta. Pengetahuannya mengenai teknik-teknik budidaya tanaman pun terus bertambah hingga ia mampu melaksanakan usaha budidaya bunga potong krisan dengan sistem Green House yang berteknologi irigasi tetes.

Saat ini ia telah memiliki 5 unit Green House  dengan luas total 15 are (0,15 Ha). Ia juga melakukan usaha budidaya bunga potong Anthorium dengan sistem rumah lindung di bawah paranet sehingga menghasilkan bunga berkualitas secara rutin. Pertanaman strowberry diusahakannya dengan sistem irigasi tetes menggunakan Low Tunnel House sehingga dapat menghasilkan buah baik musim kemarau maupun di musim hujan.

Ia juga giat memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan sendiri  juga memenuhi permintaan  petani lain, jumlahnya mencapai 120 ton per tahun. Pupuk buatannya amat diminati  petani di wilayah Desa Candikuning. Pupuk organik tersebut dijual dengan harga Rp. 1.000/kg.

Untuk lebih mengembangkan skala usaha, ia menjalin kerjasama dengan banyak mitra usaha, seperti pedagang bunga dan sayuran serta pemilik hotel dan restoran. Karenanya Nyoman Suweca tak hanya dikenal oleh sesama petani, tetapi juga tenar di kalangan pengusaha hotel dan restoran. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018