Friday, 25 September 2020


Firdaus Abidin - Capai Keberhasilan di Usia Muda

08 Dec 2014, 21:48 WIBEditor : Ika Rahayu

Menjalankan usaha agribisnis di usia muda, asalkan dilakukan dengan ketekunan dan keseriusan bisa membawa seseorang meraih kesuksesan. Firdaus Abidin, pria asal Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur telah dapat membuktikannya.

Terlahir di Kota Balikpapan pada 26 Juni 1982, Firdaus Abidin mulai melanjutkan usaha tani yang telah dirintis oleh ayahnya, Fachrudin sejak dirinya berusia 24 tahun.

Memanfaatkan ¼ hektar tanah kosong di sekitar rumahnya menjadi lahan pertanaman cabai, kini luas areal penanaman telah mencapai 1 hektar.

Usaha peternakan sapinya pun berkembang dari modal awal 4 ekor sapi potong indukan, saat ini sudah beranak pinak menjadi 22 ekor. Ia begitu antusias ingin memajukan usaha peternakan sapinya karena merasakan begitu besarnya manfaat yang diperoleh.

Pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak dapat diaplikasikan untuk tanaman cabai dan kebun karet miliknya. Firdaus merintis usaha budidaya tanaman karet di dekat rumahnya seluas 4 ha. Berawal dari 500 batang pohon, selanjutnya dikembangkan lagi hingga mencapai 1.000 batang pohon. Kini tanaman karet tersebut telah memasuki usia produktif dan siap diambil getahnya.

Aktif di Kelompok Tani

Keuletan dan ketekunannya dalam mengelola semua usaha pertaniannya ini berbuah manis dengan didapatkannya keuntungan finansial secara memadai. Untuk tanaman cabai dari skala usaha 1.000 batang dengan jumlah produksi 150 kg/panen menghasilkan Rp 4.000.000/panen. Ternak sapi pedaging produksi 3 ekor/tahun mendapatkan keuntungan Rp 30.000.000/tahun.

Sedangkan dari tanaman karet, dari 1.000 pohon produksi getah karet dihasilkan 1,2 ton/bulan dengan keuntungan 15.000.000/bulan. Semua komoditi hasil pertanian yang dihasilkan dijual ke pengumpul yang datang dari kabupaten.

Meski telah banyak mendapat keuntungan materi dari usaha agribisnis yang dijalankan dan belakangan ia juga mendapat penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu petani berprestasi tingkat nasional 2014, namun Firdaus tak pernah berpuas diri.

Ia tak henti mencari informasi tentang teknologi terbaru untuk menunjang usahataninya, bukan hanya melalui buku-buku yang dibelinya tetapi juga terutama dari penyuluh pertanian yang selalu mendampinginya.

Firdaus juga dikenal aktif menghadiri pertemuan di Kelompok Tani Mandiri, di mana ia menjadi pengurusnya. Melalui pertemuan yang diadakan secara rutin itu, ia dan anggota kelompok dapat secara bersama-sama memecahkan permasalahan usaha tani yang mereka hadapi. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018