Thursday, 03 December 2020


Samuel Unitly, Tak Terpaku Pada Satu Jenis Tanaman

15 Dec 2014, 20:41 WIBEditor : Julianto

Samuel Unitly lahir di Tepa pada  22 Juli 1964. Berasal dari keluarga petani, pendidikan formal terakhirnya hanya  SMP. Meski tak berlatar belakang pendidikan bidang pertanian, tapi ia amat piawai melaksanakan kegiatan budidaya aneka jenis tanaman.

Tak mengherankan bila ayah lima anak asal Kabupaten Maluku Tenggara ini dalam kesehariannya juga tak hanya terpaku mengusahakan satu jenis tanaman pangan. Diversifikasi usaha dilakukan dengan mengembangkan tanaman palawija dan hortikultura. Komoditi yang menjadi andalannya antara lain adalah kasbi, sayuran sawi, cabai, tomat dan terong. Belakangan ia juga sedang mencoba melakukan penanaman wortel.

Pak Semy, demikian ia biasa disapa, merupakan  sosok yang dihormati masyarakat di sekitar tempat tinggalnya karena dinilai memiliki kelebihan terutama dalam kegiatan usaha pertanian. Karenanya ia banyak diminta  rekan-rekannya untuk tampil sebagai pemimpin. Saat ini ia mendapat kesempatan menjadi Ketua Kelompok Tani Satu Hati yang berlokasi di Desa Ohoi Rumahdian, Kecamatan Kei Kecil Maluku Tenggara.

Mengubah Pola Pikir

Di bawah kepemimpinannya, Semy secara perlahan mampu mengubah pola pikir petani anggota kelompoknya. Langkahnya ini tentu saja  mendapat dukungan penuh dari Penyuluh Pertanian yang ada di wilayahnya. Pola usaha tani tradisional yang selama ini dijalani ia ubah dengan melakukan penerapan teknologi disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kondisi wilayah setempat.

Harapannya adalah terjadinya peningkatan produksi sehingga dapat menambah pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Sebagai salah satu contoh, kebiasaan petani yang dahulunya dalam bertanam kasbi, setelah lahan diolah dengan pacul langsung memasukkan stek kasbi, tetapi kini setelah lahan dipacul dibuatkan bantalan dengan jarak tanam yang pas. Dengan cara yang demikian maka terjadi peningkatan produksi.

Pak Semi mengolah lahan usaha tani yang menyebar, tidak satu hamparan. Luas lahan pertanamannya jika ditotal mencapai luas 1 hektar. Mengenai pemasaran hasil panennya, Semy biasa menjual atau menyalurkan langsung ke pasar dan  pelanggan-pelanggan rumah makan yang ada di sekitar wilayahnya.

Semy kerap diusulkan mengikuti berbagai lomba. Beberapa di antaranya berhasil tampil sebagai juara. Terakhir ia  terpilih menjadi petani berprestasi Tingkat Nasional tahun 2014 sehingga dirinya juga mendapatkan kesempatan  mengikuti upacara kenegaraan dalam rangka HUT  RI ke 69 di Istana Negara bersama Presiden dan Pejabat Tinggi lainnya. Selamat  Semy, prestasimu membanggakan  keluarga, kelompoktani, penyuluh dan daerahmu !

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018