Sunday, 11 April 2021


Budiono, Penghargaan dari Dua Presiden RI

09 Feb 2015, 19:19 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

Siapa yang tak bangga, dua orang nomor satu di Indonesia memberikan penghargaan. Itulah yang dirasakan Budiono. Petani jagung asal Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara sebagai Pelopor Ketahanan Pangan yang diberikan langsung Presiden RI, Joko Widodo.

Sebelumnya Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan penghargaan sebagai Petani Teladan Tingkat Nasional pada Tahun 2012. Penghargaan yang diterima Budiono merupakan buah dari kegigihannya mengajak masyarakat mengembangkan tanaman jagung yang pada mulanya enggan bertani karena kondisi lahan yang kering dan tandus.

Apalagi masyarakat di desanya juga minim pengetahuan bercocok tanam, khususnya jagung. Kendala lain yang dia alami adalah sulitnya masyarakat menerima ide baru dalam hal budidaya yang berbeda dengan kebiasaan.

Dengan pembentukan Kelompok Tani Sinar Harapan II pada 2007, Budiono giat mengembangkan budidaya jagung, meski awalnya hanya mampu memproduksi 3,5 ton/ha. Namun, hal ini tidak memupuskan semangat pelopor budidaya jagung di Desa Gunung Raja ini.

Dengan semangat tinggi, Budiono berusaha menerapkan ide baru yaitu penggunaan teknologi tanam zig-zag dan sistem akar bertingkat pada tanaman jagung. Alhasil, produktivitas jagung yang semula rata-rata hanya 3,5 ton/ha terdongkrak menjadi 14 ton/ha.

Menurut Budiono, teknologi tanam zig-zag memiliki keunggulan karena dapat meningkatkan jumlah batang pohon, mampu menahan pupuk yang terbuang karena air, dan meningkatkan serapan matahari. Sedangkan sistem akar bertingkat bertujuan meningkatkan serapan zat gizi pada tanaman jagung, sehingga berdampak pada peningkatan produksi.

Teknologi lain yang Budiono kembangkan adalah menerapkan penanaman satu lubang satu benih dan satu batang satu tongkol. Dengan cara ini jagung yang dihasilkan memiliki ukuran yang melebihi ukuran jagung normal yakni 18 baris biji per tongkol. “Sejak keberhasilannya masyarakat sekitar mulai tertarik menggunakan sistem tanam zig-zag dan sistem akar bertingkat,” katanya.

Penghargaan lain yang pernah didapat Budiono adalah sebagai Kelompok Tani Teladan I serta Penyuluh Swadaya Terbaik I tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan keberhasilannya, tahun 2012 dia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Raja Jagung. Lembaga tersebut menjadi pusat pengabdian dan partisipasi aktif petani mempercepat proses pembangunan agribisnis dan pengembangan perdesaan melalui penyebaran informasi dan teknologi pertanian. Tia/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018