Sunday, 11 April 2021


Salintje, Berperan Ganda sebagai Petani dan Penyuluh

04 Mar 2015, 17:18 WIBEditor : Nuraini Ekasari sinaga

Kecintaan Salintje pada dunia pertanian sudah tertanam sejak dirinya masih anak-anak. Dunia pertanian diperkenalkan oleh lingkungan keluarganya. Ayahnya yang bekerja di Dinas Pertanian Kupang menjadi inspirasi bagi Salintje untuk menekuni profesi sebagai petani dan akhirnya juga sebagai penyuluh.

“Sejak kecil saya sudah akrab dengan dunia pertanian dan penghasilan kami sebagian besar dari beternak. Dulu mama saya hobi beternak babi, dari beternak babi itu aku bisa menyelesaikan kuliah,” ujar wanita yang memulai karir penyuluhnya sejak tahun 1992 ini kepada Sinar Tani.

Ketekunan sarjana S1 jurusan produksi ternak Universitas Nusa Cendana sebagai penyuluh menjadikan peternak-peternak binaannya meraih kemenangan di berbagai kontes. Salintje sudah membawa peternak mengikuti kontes ternak sapi dan berhasil menjadi juara dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.

Salintje hingga kini dikenal aktif menjadi pendamping program penyelamatan sapi betina produktif di kawasan NTT. “Kiat sukses sebagai petani peternak sekaligus penyuluh adalah terus belajar dan memotivasi diri agar tidak ketinggalan informasi teknologi yang dirasa sangat menunjang pekerjaan di lapangan,” tegasnya.

Selain menjalankan tugas sebagai penyuluh, Salintje tidak bisa melepaskan dirinya dari kegiatan bertani. Petani dijadikan sebagai profesi keduanya. Saat ini dirinya memiliki dan mengelola dua hektar lahan usaha tani. Lahan yang dikelolanya sejak tahun 2000 ini diusahakannya untuk tanaman padi, jagung, terung, labu hijau. Dari seluruh tanamannya tersebut bisa dihasilkan omset sekitar Rp 50 juta per musim.

Membiayai Kuliah

“Hasil panen biasanya dijual ke pasar tradisional dan penghasilan yang diperoleh bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membeli ternak sapi dan babi,” ujarnya.    

Salintje mengaku dirinya bangga menjadi penyuluh sekaligus petani karena profesinya ini memberikan banyak pengalaman dan kesempatan. “Dengan terjun ke dunia pertanian ini aku bisa mengkuliahkan anakku dan memberikan penghidupan yang lebih baik untuk masa depan kami, aku cinta pertanian dan akan terus mengabdi untuk pertanian di kampungku ini,” terangnya.

Hal yang diinginkannya saat ini adalah mendapat bea siswa S2 dari pemerintah yang ditujukan bagi penyuluh berprestasi. Melanjutkan pendidikan baginya adalah hal yang penting mengingat ke depan tantangan yang akan dihadapinya baik sebagai penyuluh maupun sebagai petani akan semakin besar. “Karena itu kita tidak boleh berhenti belajar. Jangan hanya berkutat di belakang meja tapi hadapi realita yang ada di lapangan,” tandasnya.

Pihaknya sangat ingin karena prestasi yang diraih bisa bertemu Presiden di saat peringatan Hari Kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus seperti yang sudah dirasakan oleh sesama rekan penyuluh lain. “Entah kapan mimpiku akan terwujud aku juga tidak tahu. Aku bekerja mengabdi pada masyarakat bukan teori tapi praktek. Semoga presiden bisa mendengar harapku,” tutup wanita yang mempunyai hobi beternak, menyanyi dan olah raga itu. Echa/Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018