Sunday, 11 April 2021


Amran Muda ke Jakarta Tidur di Masjid

26 Mar 2015, 16:12 WIBEditor : Ahmad Soim

“Saat sekarang, kita sering dengar impor, kita sedih. Padahal kita kaya, tapi suka merendahkan diri. Harga cabai tinggi, impor cabai kami tahan, sekarang beras, kami tahan impornya.”
Ia punya 12 bersaudara. Makan indomie rebus pun dibagi dua. Ingin lihat Monas, Ia ke Jakarta dan tidur di Masjid Istiqlal.

Satu setengah jam  sebelum Kabinet Kerja diumumkan, Dr. Andi Amran Sulaiman ditelepon Presiden Joko Widodo. “Saya berat, karena semua harus kami tutup, termasuk (usaha –red) racun tiran,” kisah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di hadapan para santri di Pondok Pesantren Daarus Salam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Selama 20 tahun Amran Sulaiman tinggal di desa terpencil. Lahir miskin, Amran bertekad tak mau dikuburkan dalam kondisi keluarganya tetap miskin. “Saya sekolah, kerja keras dan terus berdoa,” tuturnya.

Di lingkungan keluarganya, Amran dididik dengan kejujuran. Ia pernah dapat uang Rp 5 di pasar. “Betapa girangnya saya.” Tapi ternyata ketika sampai rumah, ketika Bapaknya diberitahu, Amran malah dipukul dengan kayu. “Kembalikan, uang itu bukan milikmu,” tiru Amran.

Menurut Amran sukses ada pada  kejujuran kita. Dengan kejujuran itulah  Amran pernah  menjadi pegawai selama15 tahun, 6 tahun menjadi dosen, dan  8 tahun sebagai peneliti. Juga jadi pengusaha.  “Sukses ada di kejujuran, doa dan lainnya. Ini karakter, calon pemimpin bangsa harus punya karakter,” tambah Amran menyemangati para santri. Suatu saat Anda akan jadi pemimpin, jujur, amanah dan jangan lupa sama guru.

Kementerian Pertanian kini sedang melaksanakan percepatan pembangunan pertanian khususnya swasembada pangan yakni padi, jagung dan kedelai. “Saat sekarang, kita sering dengar impor, kita sedih. Padahal kita kaya, tapi suka merendahkan diri. Harga cabai tinggi, impor cabai kami tahan, sekarang beras, kami tahan impornya.”

Mentan minta didoakan agar Indonesia mulai tidak impor pangan. Pemerintah Thailand pernah nawari beras untuk Indonesia 4 juta ton dengan harga Rp 4 ribu/kg. “Ada yang bisiki untung bagi dua. Kami tidak mau,” jelas Mentan.

Pemerintah memilih memberikan bantuan ke petani Rp 22 triliun pada tahun ini. Petani kita bantu benih,  traktor,  alat tanam, mesin panen, bangun irigasi dan lainnya,” jelas Amran Sulaiman.

“Mohon didoakan agar perjalanan pemerintahan ini berhasil. Kami kerja, kami tinggalkan semua,  termasuk bisnis.” Som

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018