Friday, 01 July 2022


Wiharjono, Giatkan Budidaya Ramah Lingkungan

27 Jul 2015, 18:35 WIBEditor : Tiara Dianing Tyas

Wiharjono merupakan ketua Kelompok Tani Sedyo Makmur di Dusun Ngemplak I, Desa Umbulmartani, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pria ini dikenal gigih mendorong kegiatan budidaya ramah lingkungan.

Kondisi Geografis desa yang terletak 14 km dari Gunung Merapi dan didukung anak Sungai Sentul dan Sungai Kuning sangat potensial untuk kegiatan pertanian maupun peternakan.

Lewat aktivitas  kelompoknya  yang didirikan pada 2008  serta   atas prakarsa dari beberapa pemuda dan tokoh masyarakat yang resah memperhatikan kesehatan lingkungan pemukiman warga dan usaha ternak yang kurang produktif maka dilakukan kolaborasi dengan  kelompok Tani Ternak Taruna Sedyo Makmur dan KWT Ngudi Rejeki.

Kegiatan produksi yang dilakukan kelompok utamanya adalah pembibitan dan penggemukan sapi potong. Bibit  yang digunakan adalah bibit ternak unggul, yaitu sapi peranakan simetal dan limosin untuk usaha penggemukan, dan Peranakan Ongole (PO) untuk pembibitan dengan cara inseminasi buatan.

Gunakan Kandang Komunal

Dalam melakukan budidaya, kelompok Tani Sedyo Makmur didorong oleh Wiharjono untuk  menerapkan budidaya yang ramah lingkungan, yaitu dengan menggunakan kandang komunal yang jauh dari pemukiman penduduk sehingga limbahnya tidak mengganggu penduduk dan tidak mencemari air tanah di lokasi pemukiman penduduk.

Selain itu, penanganan limbah padat dan cair sudah dilakukan dengan baik, di mana limbah padat digunakan untuk membuat pupuk organik, sedangkan limbah cair, gasnya akan dimanfaatkan sebagai energi alternatif (biogas) dan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

Saat ini, kelompok sedang membuat sarana untuk mengolah limbah cair tersebut. Bersamaan dengan berkembangnya usaha penggemukan dan pembibitan sapi, kelompok juga mengembangkan usaha pelayanan anggota melalui Tempat Pelayanan Kelompok (TPK) yang melayani kebutuhan anggota kelompok terutama yang berkaitan dengan pengadaan pakan untuk ternak.

Selain itu, kelompok ini juga menerapkan teknologi sederhana untuk pembuatan pakan awetan, yaitu pembuatan silase dan fermentasi jerami padi untuk mengantisipasi kekurangan pakan saat musim kemarau.  Tia/Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018