Friday, 01 July 2022


I Ketut Latra, Penyuluh Swadaya Berprestasi 2015, Sukses Kembangkan Salak Gula Pasir

17 Sep 2015, 16:09 WIBEditor : Kontributor

Salak adalah komoditas hortikultura yang cukup banyak diminati masyarakat. Begitu besarnya minat terhadap buah lokal yang satu ini hingga I Ketut Latra, petani asal Provinsi Bali terus menekuni usaha budidaya tanaman salak, khususnya salak gula pasir.

Dirintis sejak tahun 2006, usaha perkebunan salak gula pasir milik pria berusia 43 tahun ini terus berkembang dan saat ini luasannya sudah mencapai tiga hektar yang dilengkapi dengan 1.000 batang pohon induk. Selain kebun salak, Ketut Latra juga mengusahakan tanaman mangga, jamur tiram serta mengembangkan usaha peternakan sapi dan babi yang diintegrasikan dengan dua unit usaha pengolahan pupuk organik.

Sarjana S1 ilmu sosial yang bermukim di Desa Jungutan, Kecamatan Babandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali ini praktis mampu menghidupi diri dan keluarganya dari usaha agribisnis terintegrasi yang dijalankannya.

Piawai dalam melaksanakan usaha pertanian dan peternakan, I Ketut Latra tak lantas enggan berbagi ilmu. Di desanya ia kerap menjadi tempat bertanya para petani menyangkut berbagai permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan usaha pertanian dan peternakan hingga ia akhirnya ia didaulat merintis pendirian kelompok tani.

Belakangan melalui SK Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Karangasem No.800/227/SPTP/DPTHP 2013 I Ketut Latra ditetapkan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya. Berstatus sebagai penyuluh swadaya membuatnya kian aktif melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan terhadap petani anggota kelompok taninya.

Sepak terjangnya dalam memajukan organisasi kelompok tani di desanya serta keaktifannya untuk bersama penyuluh pertanian PNS melaksanakan kegiatan penyuluhan mendapat penilaian tersendiri dari pemerintah pusat hingga I Ketut Latra ditetapkan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Berprestasi tingkat nasional tahun 2015 mewakili Provinsi Bali.

Terobos Kendala

Selama melaksanakan perannya sebagai penyuluh swadaya, berbagai kendala dijumpainya di lapangan. Kendala dimaksud antala lain belum optimalnya kemampuan kelompok tani termasuk dalam hal permodalan dan dalam menyusun RDK/RDKK, belum optimalnya pemanfaatan lahan pertanian serta kondisi fisik jalan di wilayah kerja yang belum memadai.

Namun dengan tekad yang kuat, sebagian kendala yang ada itu dapat ia terobos. Dengan cara gotong royong, saat ini jalan desa sudah dibangun yang dapat dilalui kendaraan roda 2 dan 4. Kegiatan pembinaan terhadap petani dilakukannya, sambil terus menekuni usaha perkebunan salak gula pasir miliknya.

 Dalam melaksanakan penyuluhan I Ketut Latra menerapkan metoda anjang sana, diskusi kelompok, pertemuan kelompok serta studi banding ke petani yang berhasil dan metoda Pelatihan Petani. Sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya sekaligus Ketua Forum Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Kabupaten Karangasem ia juga sering diminta menjadi narasumber/fasilitator dalam berbagai pelatihan/pertemuan.

Sebagaimana penyuluh pertanian pada umumnya setiap tahun ia juga berkewajiban melaksanakan penyusunan programa, rencana kerja dan pelaksanaan Penyuluhan hingga membuat laporan secara berkala.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keahliannya, berbagai jenis pelatihan juga pernah diikutinya seperti pelatihan Pengelolaan P4S (2014), Penangkar Benih (2012), Budidaya Hortikultura (2013) serta pelatihan pembudidayaan Jamur Tiram dan Pengolahannya (2011).

Tak ketinggalan I Ketut Latra juga rajin menulis untuk menyiapkan materi pelatihan bagi petani binaannya. Tulisannya itu antara lain mengenai cara pembuatan kripik buah salak, teknologi pembuatan pasta salak dan tentunya bagaimana teknik melaksanakan budidaya salak gula pasir. Selamat Pak Ketut Latra, lanjutkan perjuanganmu mendampingi petani di daerahmu. Ali Bosar Harahap/Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018