Friday, 01 July 2022


Rohyuli, Petani Berprestasi yang Inovatif

30 Nov 2015, 19:55 WIBEditor : Kontributor

Rohyuli, petani dari Kampung Cilia RT 03, RW 02 Desa Teluk Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang pernah mendapat Petani Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015 tak hanya menanam padi. Pria yang menjabat Ketua Kelompok Tani Ginanjar ini juga membudidaya bawang merah, cabai merah, terong, sawi, timun, paria, timun suri, kacang panjang, jagung, tomat, dan cabai rawit. Selain bertani, ia juga rajin memelihara  ayam bangkok dan bebek petelur.

Masyarakat Desa Teluk Terate menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Namun, yang meprihatinkan Rohyuli,  hasil pertanian yang dilakukan petani di desanya masih sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  Hal ini dikarenakan belum dimanfaatkannya sumberdaya yang tersedia untuk mendukung peningkatan pendapatan petani di desa tersebut.

Petani di Desa Teluk Terate masih menghadapai banyak tantangan. Di antaranya, 1). akses modal terbatas. 2). Penggunaan teknologi masih sederhana. 3). Sangat dipengaruhi oleh musim. 4). Wilayah pasarnya lokal. 5). Berusaha dengan tenaga kerja keluarga. 6). Akses kredit, teknologi dan pasar sangat rendah. 7). Pasar komoditi pertanian yang sifatnya mono/oligopsoni yang dikuasai pedagang besar. 8). Kurangnya penyediaan benih bermutu. 9). Kerap terjadi kelangkaan pupuk pada musim tanam datang. 10). Belum terjalin kekompakan antar petani.

Tantangan tersebut perlu dilakukan dengan berbagai upaya. 1). Mencari permodalan melalui kegiatan CSR Bank Indonesia perwakilan Provinsi Banten melalui kerjasama usaha budidaya bawang merah. 2). Pemberdayaan kelembagaan kelompok tani. 3). Pemberdayaan Posluhdes sebagai sumber informasi bagi para petani. 4). Pemasaran produk yaitu padi sawah, bawang merah dan cabai merah secara bersama menggandeng Koperasi Usaha Tani Bungsu dan PD Nazwa Jaya. 5). Mendirikan klinik tani sahabat alam untuk menekan dan mengurangi tingkat kerusakan tanaman. 6). Penyusunan jadwal tanam pola tanam tahunan. 7). Menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok. 8). Mengupayakan permodalan melalui kerjasama dengan Gapoktan. 9). Mempromosikan identitas desa sebagai central pengembangan komoditas bawang merah di Kabupaten Serang.

Guna meningkatkan potensi dan produktivitas lahan di desanya, Rohyuli dan kelompok tani lainnya pun melakukan sejumlah inovasi  dengan memanfaatkan sampah organik dari daun bawang menjadi pupuk kompos untuk memperbaiki kesuburan tanah. Untuk mencegah hama, ia dan kelompok tani lainnya membuat perangkap hama walang sangit sederhana yaitu dengan pemanfaatan bekas botol minuman menjadi alat perangkap.

Tak hanya inovatif, Rohyuli yang aktif di beberapa organisasi sosial ini bersama kelompok tani lainnya juga mengembangkan budidaya padi seluas 3 ha. Kemudian,  budidaya tanaman bawang merah seluas 2,5 ha,  tanaman cabai merah seluas 1 ha dan  terong seluas 0,6 ha. Rohyuli bersama kelompok tani lainnya juga melakukan budidaya tanaman sawi seluas 0,4 ha, budidaya timun seluas 0,3 ha, budidaya  paria seluas 0,25 ha, menanam timun suri seluas 0,4 ha dan  budidaya kacang panjang seluas 0, 2 ha.

Untuk menguatkan pasar, ia dan kelompok tani lainnya di desanya menjalin kemitraan dengan Koperasi Usaha Tani Bungsu Desa Terate dan PD Nazwa Jaya. Kerjasama yang dilakukan dengan Koperasi Usahatani Bungsu dalam hal pemasaran Gabah Kering Panen (GKP). Sedangkan dengan PD Nazwa Jaya dalam hal pemasaran sayuran seperti bawang merah dan cabai merah. (idt)

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018