Wednesday, 10 August 2022


Peluang Nelayan Melaut Pasca Kapal Asing Masuk Daftar Negatif Investasi

27 Jun 2016, 13:40 WIBEditor : Kontributor

Sejak dikeluarkannya kebijakan negative list perikanan tangkap untuk asing oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Mei 2016 lalu, terbuka peluang nelayan tanah air untuk mengoptimalkan tangkapannya.

“Ini salah satu penekanan yang luar biasa untuk mendorong nelayan dan pengusaha Indonesia agar bisa melaut dengan bebas, berkembang, dan mendapatkan tangkapan yang bagus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar,  di kantornya, kemarin (24/6).

Zulficar mengatakan, dengan dikeluarkannya kebijakan daftar negatif  investasi (DNI) tersebut memberikan kesempatan kepada nelayan dalam negeri untuk bebas menangkap ikan di perairan Indonesia secara mandiri. “Sekarang ikan semakin banyak, tangkapan nelayan cukup banyak. Kapal eks asing sudah tidak bisa melaut. Artinya nelayan Indonesia silakan melaut,” paparnya.

Himbauan melaut ini juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi kepada para pejabat Eselon II KKP di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Kamis 7 Juni lalu, yang salah satunya juga membahas percepatan proses perizinan. “Makanya ke depan, dokumen-dokumen itu akan disosialisasikan lagi. Apa saja yang dibutuhkan. Supaya lima hari bisa selesai. Kita coba percepat, idealnya memang bisa lima hari,” ujar Zulficar.

Proses penerbitan dokumen perizinan yang terdiri dari Surat Izin Usaha Penangkapan Ikan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) tersebut dapat dilakukan secara online dengan membuka website yang telah disediakan oleh KKP .  “Perizinan online ada website yang bisa dilihat, yang memuat semua prosedurnya. Jika dibenahi semua prosesnya, ini akan bisa mengakselerasi. Mudah-mudahan nanti lima hari bisa selesai,” ungkap Zulficar. Idt

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018