Wednesday, 10 August 2022


Ahmad Zakaria, Giat Memproduksi Beras Sigemar

12 Jul 2016, 10:36 WIBEditor : Clara Agustin

Petani yang membudidayakan padi organik di Indonesia dapat dihitung dengan jari. Berbagai alasan dikemukakan, dari biaya yang lebih mahal hingga hasil panennya yang tidak langsung tinggi.

Lain lagi kisah dari Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Silih Asih, Ahmad Zakaria yang mengembangkan padi organik di lahan pertaniannya di Desa Ciburuy, Kec. Cigombong, Kab. Bogor, Jawa Barat. Produk beras organiknya dinamai Beras Sigemar.

Zakaria mengembangkan padi organik bukan semata-mata berorientasi pada uang melainkan dari segi kesehatan. “Sebagai media kehidupan. Kalau dicemarkan menggunakan bahan kimia, tentu tanah akan menjadi rusak. Ketika berasnya dimakan, tentu akan mengganggu kesehatan. Kalau organik, tidak. Yang ada kita makin sehat,” jelasnya saat ditemui di Bandung.

Keunggulan lain dari padi organik, menurut Zakaria adalah rasanya yang enak. Mengapa demikian? Dia menjelaskan bahwa rasa yang enak ini didapat dari pupuk kandang. “Pupuk kandang itu unsur mikrobanya lengkap. Dapat dikatakan itu sebagai bumbu. Ketika diserap oleh tanaman, beras yang dihasilkan pun menjadi lebih nikmat rasanya. Dan hebatnya lagi, tidak cepat basi ketika sudah ditanak menjadi nasi,” papar Zakaria yang akrab disapa Pak Haji.

Tanah yang tadinya rusak otomatis menjadi sehat kembali karena unsur haranya menjadi tinggi. Mikroorganisme yang membantu pertumbuhan pun berkembang dengan baik. “Saya rasa sekarang yang perlu diterapkan adalah kedaulatan pangan berbasis pertanian organik. Dengan demikian bukan dari segi kuantitasnya yang meningkat, kualitasnya pun turut naik,” tegasnya.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018