Wednesday, 10 August 2022


Aceh Bersiap Sambut 30 Ribu Petani Peserta Penas XV KTNA Tahun 2017

12 Jul 2016, 14:57 WIBEditor : Ahmad Soim

Propinsi Nangroe Aceh Darussalam tengah memperbaiki infrastruktur dan prasarana untuk penyelenggaraan  acara akbar tiga tahun sekali, Pekan Nasional (Penas) XV Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tahun 2017.

 

Ketua Umum KTNA Ir Winarno Tohir usai mengikuti Halal Bil Halal Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan karyawan Kementerian Pertanian di Jakarta (12/7) mengatakan jalan di kota Banda Aceh dan Aceh Besar terutama yang menuju Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh yang tadinya dua jalur dibuat menjadi empat jalur.

Stadion kebanggaan warga NAD bisa menampung 50 ribu peserta. Di sekitar stadion, tengah di persiapkan lahan seluas 25 ha untuk gelar teknologi budidaya hingga pengolahan dan pemasaran tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan  dan lainnya. Gelar teknologi  tersebut dimeriahkan dengan teknologi terbaru dari litbang pemerintah dan dunia usaha swasta serta para petani.

“Peserta sudah kita siapkan dan terus disiapkan. Sekarang ini di berbagai propinsi sedang melakukan Pekan Daerah (Peda) KTNA.  Kegiatan Peda KTNA propinsi sama seperti kegiatan Penas hanya levelnya tingkat propinsi,” tambah Winarno Tohir.  Peda KTNA propinsi adalah untuk  mempersiapkan peserta Penas di Aceh.

 

Kapan Saatnya Juga di Papua

Winarno Tohirnya menjelaskan Penas diselenggarakan berpindah dari satu propinsi ke propinsi yang lain. Semua propinsi punya kesempatan yang sama menjadi tuan rumah Penas. “Kalau pengaruh biaya khusunya  transport peserta jelas, tapi ini tidak bisa dihindari ,” tambahnya.

Setiap penyelenggaraan Penas akan berganti propinsi, kapan saatnya juga di Papua Barat, kapan saatnya juga di Papua. Mau nggak mau. Aceh juga mau nggak mau, semua propinsi punya kesempatan untuk menjadi tuan rumah.

 Sekarang lanjut Winarno Penas XV pada tahun 2017 gilirannya di Aceh. “Aceh sudah tiga kali mengalah dengan perhitungan biaya, transportasi dan lain sebagainya,” tegasnya.

 

Rute dan Biaya Hidup

Untuk transportasi ke Aceh diakui oleh Winarno Tohir lapangan terbangnya terbatas. Oleh karena itu dibuat  alternatif  jalan lain yaitu peserta turun di lapangan terbang Medan selanjutnya  diangkut dengan bus. Panitia akan mempersiapkan bus yang bagus dari Medan ke Aceh, diperlukan waktu 10 jam untuk perjalanan ini. Peserta tinggal membayar ongkos bus.

Agar peserta bisa istirahat dengan nyaman akan dipersiapkan peristirahatan di Aceh Tamiang. “Tempat istirahat dan makan bagi orang sebanyak itu akan susah, harus ada tempat yang dipersiapkan sehingga sekali turun 200 orang itu bisa makan semua. Di pinggir jalan kita buat ada lapangan yang ada banyak orang jualan. Peserta tinggal pilih dan bayar masing masing,” jelasnya.

Peserta Penas disiapkan rumah-rumah penduduk untuk tinggal mereka selama mengikuti kegiatan Penas. “Biaya hidup di rumah rumah petani  Rp 100 ribu per hari. Sama biayanya dengan Penas XIV di Malang Jawa Timur, termasuk  makan dua kali, yakni makan pagi dan malam.”

 Tanggal pelaksanaan Penas XV adalah 6-11 mei  2017 di pusatkan di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh yang memungkinkan menampung 50 ribu peserta. Lokasi stadion hanya 15 menit dari Bandara di Aceh.

Ada dua kabupaten yang akan menjadi tempat menginap peserta dan kegiatan Penas kali ini yakni Aceh Besar dan Banda Aceh.  Jadi lokasinya di kota besar, sehingga  banyak alternatif jalan. Peserta daftar di propinsi masing masing. Jadi kontingan Penas adalah kontingen propinsi bukan perorangan. Sekarang sudah masuk peserta 30 ribu. Som

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018