Senin, 18 November 2019


Perkuat Sentra Kelapa di Papua, Kementan Sebar Bibit Kelapa Dalam Mapanget

27 Sep 2019, 15:31 WIBEditor : Gesha

Saat penyerahan bibit secara simbolis, Kepala BPTP Papua yang diwakili KSPP BPTP Papua Mariana Ondikeleuw MSi, mengharapkan agar bibit kelapa yang diberikan dapat dipelihara dan dirawat dengan baik serta dapat memberikan manfaat bagi yang menerima bibit k | Sumber Foto:HUMAS BPTP PAPUA

TABLOIDSINARTANI.COM, Sarmi -- Provinsi Papua khususnya Kabupaten Sarmi memang tengah dirintis menjadi salah satu sentra kelapa. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua mendistribusikan Bibit Kelapa Dalam Mapanget.

Dengan menggunakan 1 truk dan 1 mobil L300,  tim kelapa dan KSPP BPTP Papua melakukan kegiatan pendistribusian bibit kelapa di BPT Kampung Anus. Pendistribusian didampingi  1 truk dari Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil) Jayapura Lemasmil.  BPTP Papua bersinergi dengan Lemasmil karena lembaga ini memiliki program penanaman kelapa dalam kepada warga binaan.

Kepala BPTP Papua, Muhammad Thamrin menyatakan  bahwa Bibit kelapa yang dibagikan adalah Kelapa Dalam varietas  Mapanget, hasil inovasi Balit Palma. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan). Kelapa Dalam Mapanget dilepas sebagai kelapa unggul Nasional tahun 2005.

Kelapa Dalam Mapanget mulai berbuah pada umur 5 tahun. Bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit buah umumnya merah kecoklatan. Kelebihan kelapa jenis ini adalah produksi tandan rata-rata 13 buah per pohon, jumlah buah 7 butir per tandan atau rata-rata sebanyak 90 butir/pohon/tahun. Produksi kopra optimal 3.3 ton/ ha/tahun, kadar minyak 62.95%, agak toleran terhadap kemarau panjang, dan tahan terhadap serangan penyakit Busuk Pucuk yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora.

Di lokasi persemaian, sebanyak 2300 bibit kelapa akan disebar kepada petani di Kampung Yamna Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi.  Saat yang sama dilakukan penandatangan berita acara serah terima (BAST) benih kelapa dari BPTP Papua kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi yang diwakili Kepala seksi Produksi Perkebunan, Bapak Frengki Waer.

Saat penyerahan bibit secara simbolis, Kepala BPTP Papua yang diwakili KSPP BPTP Papua Mariana Ondikeleuw MSi, mengharapkan agar bibit kelapa yang diberikan dapat dipelihara dan dirawat dengan baik serta dapat memberikan manfaat bagi yang menerima bibit kelapa tersebut.

Sebagai informasi Kabupaten Sarmi merupakan kabupaten penghasil kelapa terbesar di Provinsi Papua, dengan luas area tanaman kelapa mencapai 3131 ha. Populasi kelapa tersebar di seluruh Distrik yang ada di Kabupaten Sarmi, dimana Distrik Sarmi, Distrik Pantai Timur, Distrik Bonggo dan Distrik Bonggo Timur merupakan 4 Distrik yang memiliki luas wilayah produksi dan jumlah hasil tanaman terbesar.

Kampung Anus berada di Distrik Bonggo Kabupaten Sarmi, Papua. Kampung Anus memiliki saudara yakni Kampung Podena. Di kedua kampung ini terdapat Blok Penghasil Tinggi (BPT) Kelapa Dalam, salah satu dari 3 lokasi BPT di Provinsi Papua. BPT Anus sendiri disahkan berdasarkan SK Meteri Pertanian Nomor 98/KPTS/KB.020/11/2017 tentang Penetapan BPT Kabupaten Sarmi tertanggal 24 November 2017. BPT lainnya terdapat di Distrik Demta Kabupaten Jayapura dan Kampung Hariti di Pulau Moor, Distrik Moora Kabupaten Nabire.

Berdasarkan penilaian dan evaluasi tim PBT Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP), Ditjen Perkebanan dan Balai Penelitian Tanaman Palma Kementerian Pertanian tanggal 18 Oktober 2017, bahwa jumlah pohon induk terpilih (PIT) di Kampung Anus dan Kampung Podena sebanyak 305 PIT dengan estimasi sekali panen, sebanyak 5.000-6.000 butir atau 20.000-24.000 setahun.

Reporter : Ghalih PD/BPTP Papua
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018