Jumat, 06 Desember 2019


Meski Panen Diluar Musim, Produktivitas Kakao Tetap Tinggi

04 Nov 2019, 19:27 WIBEditor : Gesha

Dengan teknologi sambung samping, tanaman kakao mampu berbuah diluar musim | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Konawe Selatan --- Saat peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Konawe Selatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sempat memanen kakao meski di luar musim panen. Menariknya, produktivitas tanaman kakao tersebut 4 kali lipat dari biasanya.

H Maman S (50), petani pemilik lahan kakao yang dipanen Mentan Syahrul YL mengatakan, biasanya setiap tahun hanya bisa panen sekitar 350 kg. “Dengan bimbingan teknis dari peneliti Badan Litbang Pertanian dan penyuluh pertanian, membudidayakan kakao di luar musim, hasilnya mencapai 1,5 ton per tahun per ha,” katanya di kebunya seluas 5 ha di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Kanowe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Perlakukan yang dilakukan Maman agar tanaman kakaonya bisa berbuah di luar musim adalah pemupukan, pencegahan penyakit tanaman dengan menggunakan fungisida, sanitasi kebun, pengairan bila tanah sangat kering dan penyerbukan dengan menggunakan pinset dari bunga ke bunga yang muncul ditanaman kakao.

Prof. Rubiyo, peneliti Badan Litbang Pertanian yang mendampingi petani kakao budidaya di luar musim menjelaskan, biasanya puncak petani panen kakao pada Juni-Juli. Selama musim kemarau, petani umumnya membiarkan tanamannya karena tidak berbuah. “Kami berikan bimbingan agar tanaman kakao petani bisa berbuah di luar musim atau saat musim kemarau,” ujarnya.

Rubiyo mengungkapkan, prinsip budidaya tanaman adalah perlu hara yakni pupuk, cabang-cabang kering perlu dipangkas. Selain itu, menghilangkan penyakit pembuluh kayu yang biasa muncul pada musim kemarau, dengan menyerbuki setiap bunga yang muncul. “Kami ajari petani dan penyuluh pertanian untuk melakukan penyerbukan kakao dengan menggunakan pinset. Kalau nggak ada pinset bisa menggunakan jarum,” katanya.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan petani untuk budidaya kakao di luar musim tidak seberapa besar dibandingkan hasilnya yang meningkat hingga 4 kali lipat. BEP budidaya kakao itu adalah setara dengan harga jual Rp 15 ribu/kg. Saat ini harga biji kakao mencapai Rp 21- 22 ribu/kg.

Teknologi Sambung Samping

Sementara itu Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sultra, Muhammad Sidiq mengatakan, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kakao, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sambung samping. Inovasi ini untuk meningkatkan produksi kakao tanpa harus melakukan penanaman kembali (replanting). “Dengan cara ini, tanaman yang sebelumnya berproduksi rendah tidak perlu dibongkar dan diremajakan, karena membutuhkan waktu yang lama," katanya.

Sambung samping dilakukan dengan cara menyambungkan batang atas (entres) yang diperoleh dari tanaman induk unggul ke batang tanaman kakao yang memiliki produktivitas rendah. Batang bawah yang akan disambung samping sebaiknya dipupuk dan dipangkas 1 bulan sebelumnya secara beriringan.

Sidiq mengingatkan, calon batang bawah yang akan dilakukan penyambungan harus sehat. Tandanya, kulit mudah dibuka dan kambium berwarna putih, serta bebas penyakit. Pada batang bawah dapat dilakukan lebih dari satu tempat untuk setiap pohon. “Sebaiknya tempat calon penyambungan usahakan berlawanan arah angin agar tidak gampang patah tertiup angin,” pesannya.

Dikatakan, cabang yang digunakan sebagai entres adalah yang masih muda berusia 3 bulan berwarna hijau kecoklatan. Jangan lupa memeriksa entres dari serangan penyakit VSD. Jika entres diperoleh dari tempat yang jauh dari tanaman batang bawah, maka perlu dilakukan pengemasan khusus agar entres masih tetap segar.

“Cabang entres yang telah diambil harus dibuang daunnya tanpa merusak tangkai daun. Daun dibuang agar penguapan entres tidak terlalu besar. Agar entres dapat bertahan lama, entres harus dikemas menggunakan pelepah daun pisang. Dengan pengemasan yang demikian, entres dapat bertahan selama 4 hari dipejalanan,” tuturnya. 

Reporter : TABLOID SINAR TANI
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018