Jumat, 06 Desember 2019


Dengan Sambung Pucuk, Usia 9 Bulan Pohon Kakao Bisa Hasilkan 1,8 ton/ha

14 Nov 2019, 20:11 WIBEditor : Gesha

Dengan metode sambung pucuk , kakao Riswanto bisa menghasilkan pada usia 9 bulan | Sumber Foto:INDARTO

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Selain dilakukan pemerintah, sejumlah petani kakao mulai melakukan peremajaan kakao yang sudah tua secara swadaya.  Adalah, Riswanto, salah satu petani kakao Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung yang berhasil melakukan peremajaan kebunnya secara swadaya sejak tahun 2016 lalu. Kini, kakao yang sudah diremajakan produktivitasnya bmencapai 1,8 ton/ha.

Kakao yang diremajakan dengan teknik sambung pucuk tersebut, saat ini banyak diminati petani kakao di Lampung Timur. Bahkan, sejumlah kelompok tani (poktan) dan gabungan tani (gapoktan)  ikut melakukan peremajaan secara swadaya.

Menurut Riswanto,  bibit kakao yang digunakan untuk peremajaan kakao yang sudah tua berasal  dari  hasil sambung pucuk dengan clone Masamba Coco Clone (MCC), yang bijinya diambil dari Sulawesi Selatan. Sedangkan batang bawahnya tetap memanfaatkan kakao asli Lampung Timur yang dikenal kuat perakarannya dan tahan terhadap angin.

Riswanto juga mengatakan, bibit kakao yang dipakai untuk sambung pucuk ini selain tahan penyakit (busuk buah) dan VSD (mati pucuk daunnya), buahnya juga besar dan bijinya banyak (45 butir/buah).  Kakao lokal yang disambung pucuk dengan kakao jenis Masamba (MCC) kurun 9 bulan sudah mulai belajar berbuah, ujarnya.

Mengapa harus memanfaatkan benih kakao sambung pucuk? Menurut Riswanto,  kalau petani memanfaatkan teknik sambung pucuk, maka kakao akan cepat berbuah. Sebab, pada usia 9 bulan, kakao sudah mulai belajar berbuah.

"Apabila kakao dibudidaya mulai dari bijinya, perlu waktu 2-3 tahun untuk belajar berbuah. Jadi waktunya lama dan produktivitasnya belum tentu bagus,"paparnya.

Kendati petani sudah memilih menggunakan bibit unggul dengan teknik sambung pucuk, bibit unggul tersebut di tanam perlu perawatan secara rutin. Salah satunya adalah dengan pemberian pupuk yang tepat dan melakukan perawatan dengan tekun mulai dari awal tanam hingga berbuah.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018