Jumat, 06 Desember 2019


Begini Cara Agar Kakao Hasil Sambung Pucuk Berproduktivitas Tinggi

14 Nov 2019, 20:27 WIBEditor : Gesha

Petani kakao melakukan proses sambung pucuk pada tanaman kakao | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung --- Kendati petani sudah memilih menggunakan bibit unggul dengan teknik sambung pucuk, menurut petani kakao asal Lampung, Riswanto,setelah bibit unggul tersebut di tanam perlu perawatan secara rutin. Salah satunya adalah dengan pemberian pupuk yang tepat dan melakukan perawatan dengan tekun mulai dari awal tanam hingga berbuah.

Menurut Riswanto, bibit kakao sambung pucuk siap untuk dibudidayakan pada usia 6-7 bulan. Agar bibit kakao yang sudah ditanam tersebut berproduksi tinggi perlu perawatan rutin, seperti pemupukan dan penyiangan supaya aman dari hama dan penyakit.

Riswanto juga menyarankan, sebelum petani melakukan peremajaan kakao, terlebih dahulu harus membuat lubang untuk tanam bibit kakao dengan kedalaman 30 Cm  dan lebar 40 Cm. Jarak tanam kakao 3,5  X 3,5 meter, dengan  jumlah bibit sebanyak 800 batang/ ha.

Lubang untuk menanam bibit kakao sedalam 30 Cm ini kemudian diberi  pupuk organik dan pupuk SP 36 sebanyak 10 gram.  Setelah itu baru dimasukkan bibit kakao ke dalam lubang yang sudah diberi pupuk. Sebelum ditutup dengan tanah,  taruh lagi pupuk NPK sebanyak 10 gram di lubang tanah yang jaraknya sekitar 10 Cm dari permukaan tanah yang akan ditutup.

Mengapa dalam lubang tanam harus diberi pupuk? Tujuanya tak lain adalah untuk memberi tambahan nutrisi ketika bibit kakao mulai ditanam. Nutrisi ini sangat penting untuk menjaga pertumbuhan bibit kakao.

Setelah proses tanamnya selesai,  jangan lupa memberikan pemupukan pada daunnya dengan pupuk daun. Pemberian pupuk daun ini dilakukan selama 7-10  hari sekali pasca tanam. Tujuan pemberian pupuk daun adalah untuk memberi asupan nutrisi tambahan dari atas.  Sehingga, tanaman kakao tak hanya mendapat asupan nutrisi dari akarnya.

Pemberian pupuk daun (dengan penyemprotan,red) dilakukan sampai usia tanaman 3 bulan. Dosis pupuk daunnya sebanyak 5 gr/pohon/minggu. Jangan lupa berikan tambahan nutrisi dengan pupuk NPK yang sudah dilarutkan dalam air sebanyak 250 CC di sekitar pohon kakao yang sudah mulai tumbuh sebanyak 7 gram/10 hari/pohon. 

Setelah kakao berumur 3 bulan, segera lakukan  pemotongan ujung daun. Hal ini penting dilakukan untuk merangsang pertumbuhan batang sekunder. Setelah menginjak usia 3 bulan, lakukan perawatan secara standar.

Diantara perawatan standar itu adalah, pemupukan rutin (NPK) sebanyak 9 gram/batang/10 hari sampai usia tanaman 1 tahun. Kemudian lakukan pemangkasan batang. Artinya, batang yang tak berguna bisa dipangkas (buang cabang yang turun ke bawah, red). 

Lakukan penyiangan agar terhindar dari hama. Juga lakukan pembuangan buah sampai usia 2 tahun. Artinya, kakao yang pada usia 2 tahun sudah berbuah tak diambil (dirontokkan saja). Sebab,  buahnya terlalu muda. Andaikan dipetik hasilnya, kualitasya kurang bagus. Nah, setelah pada usia 2,5 tahun  barulah dilakukan pemetikan pada kakao yang sudah berbuah

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018