Monday, 13 July 2020


Pemerintah Susun Statistik Kakao

21 Jan 2020, 17:21 WIBEditor : Yulianto

Kakao menjadi salah satu komoitas yang potensi ekspornya besar | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan saat ini tengah menyusun statistik kakao. Karena tidak mudah dalam mendapatkan data yang valid dilakukan kerjasama dengan lembaga penelitian untuk menggunakan citra satelit.

Untuk maksud tersebut Ditjen Perkebunan menyelenggarakan Workshop Statistik Kakao pada Selasa (14/1). Sekretaris Ditjen Perkebunan, Antarjo Dikin saat membuka workshop mengakui, statisitik data perkebunan bukanlah hal yang mudah, karena luas wilayah Indonesia dari Sabang- Merauke serta keanekaragaman komoditi.

“Melalui workshop ini diharapkan kita akan memperoleh pengetahuan, bagaimana kita menyusun data statistik perkebunan. Berapa luasan, produktivitas dan lain-lain. Banyak keuntungan yang akan kita peroleh dengan pengumpulan data yang valid karena saat ini kebutuhan akan data statistik sangatlah tinggi dan penting,” tuturnya.

Untuk memperoleh data luas areal komoditas, Antarjo mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk menggunakan citra satelit. Hal ini mengingat perkebunan kakao di Indonesia tidak hanya didominasi tanaman kakao, namun juga tumpang sari dengan tanaman lainnya, sehingga akan ada kesulitan untuk mendapatkan gambar yang jelas ketika menggunakan citra satelit.

Seperti diketahui dalam 5 tahun kedepan, Kementerian Pertanian telah menetapkan target utama untuk meningkatkan ekspor 3 kali lipat, salah satunya komoditas kakao. Target produksi juga ditargetkan naik sebesar 7% sampai tahun 2024.

Antarjo juga mengakui, untuk mencapai target itu juga tidaklah mudah. Sebab, banyak tanaman kakao yang tua. Karenanya, terkait dengan data statistik kakao, Indonesia perlu memiliki metode tersendiri yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia. Selain itu, harus dipikirkan bagaimana cara untuk meningkatkan produksi tersebut.

“Dengan adanya organisasi kakao pada saat ini, diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait permasalahan dan kendala yang menghambat ekspor kakao Indonesia,” kata Antarjo.

Dalam workshop tersebut juga dihadiri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Puslitkoka, Dewan Kakao Indonesia, Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), dan Asosiasi Pengusaha Industri Kakao dan Coklat Indonesia (APIKCI).

Reporter : NS (Humas Ditjenbun)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018