Wednesday, 26 February 2020


Kopi Gayo, Kopi yang Dicintai Amerika

24 Jan 2020, 15:14 WIBEditor : Clara

Bardi Ali sedang dengan buyer kopi gayo dari Italia | Sumber Foto:Bardi Ali

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kopi asal Indonesia cukup beragam. Ada kopi Toraja, Kintamani, Sidikalang, Gayo, Java Preanger, dan masih banyak lainnya. Walaupun setiap daerah memiliki kopi khasnya tersendiri, Kopi Gayo adalah kopi asal Indonesia yang mampu menembus pasar Amerika.

Pelaku usaha kopi gayo dari Gayo Mandiri Coffee, Bardi Ali mengatakan bahwa kopi gayo merupakan kopi dengan aroma dan citarasa terbaik di dunia. Bahkan mendapatkan 5 sertifikat organik di dunia. “Kopi gayo ini bukan hanya ditanam biasa saja melainkan berwawasan lingkungan dan konservasi. Dapat dikatakan ramah lingkungan (organik). Makanya tidak heran kopi gayo di Amerika begitu dicintai,” ungkapnya saat dihubungi Sinar Tani.

Dimaksud berwawasan dan lingkungan karena teknik budidaya hingga proses menjadi green bean masih menggunakan sistem keberlanjutan. Bardi menjelaskan bahwa diperkebunan kopi gayo, menggunakan tanaman pelindung, yakni tanaman lamtoro. Dengan adanya tanaman pelindung ini akan menambah asupan nitrogen alami ke tanah, sehingga buah kopi yang dihasilkan akan matang sempurna. “Semakin banyak pohon pelindung, akan semakin bagus kopinya. Makanya di perkebunan kopi gayo ini untuk 1 hektar atau 1.400 tanaman kopi, ditanami pohon pelindung 400-500 pohon,” jelasnya.

Pohon pelindung juga selain menghasilkan nitrogen, dapat mencegah hama dan penyakit tanaman kopi. Biasanya tanaman kopi ini mudah diserang dengan hama ulat, tetapi dengan pohon pelindung yang dapat menjadi tempat hingga/tinggal (sarang) burung, akan memakan ulat-ulat tersebut.

Sisi keberlanjutannya bukan hanya di penggunaan pohon pelindung saja, melainkan memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Bardi menceritakan ketika limbah kulit kopi ini biasanya banyak ditumbuh di belakang rumah petani kopi gayo. Lalu mereka gunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman kopi. “Makanya kenapa di Amerika kopi gayo ini populer karena benar-benar memperhatikan lingkungan. Bahkan di Amerika mereka membuat pernyataan ‘bagi yang meminum kopi gayo, secara tidak langsung kalian akan menyelamatkan lingkungan alam di Indonesia’,” ungkapnya.

Saking menjaga lingkungan alam sekitar, hewan-hewan tergolong penganggu seperti babi hutan saja tidak dibunuh oleh petani kopi gayo. Didiamkan saja, tetapi dihalau tanpa menyakiti. “Saking organiknya, kalau si tanaman kopi ini tanahnya digali oleh babi hutan, di dalamnya banyak cacing. Ini menandakan bahwa tanah dan tanamannya sehat, tanpa ada campuran kimia,” ungkap Bardi.

Tidak heran di pasar dunia, kopi gayo ini dimasukan ke dalam kopi termahal, terutama untuk yang kopi spesialty. Harga untuk Amerika sendiri saat ini adalah 7,8 USD per kg green bean. “Jadi si pembeli dari Amerika (importir) ini membeli kopi gayo sekian ton. Lalu mereka salurkan ke gerai kopi milik Amerika (contoh: starbucks) dan kopi gayo ini dicampur dengan kopi asal Vietnam,” cerita Bardi.

Bukan hanya Amerika saja yang menjadi pasar kopi gayo, melainkan ada dari Eropa (Jerman, Italia, dan lain-lain), Jepang, Korea Selatan, Australia, Kanada, dan Asia. Tetapi tetap Amerika ini yang paling utama karena permintaannya paling mendominasi. Harus bernaung di dalam koperasi, tidak memperbolehkan pekerja di bawah umur, harus menjaga ekosistem, tidak boleh membakar, membunuh hewan yang ada di sekitarnya dan masih banyak lainnya. “Makanya untuk kopi luwak, mereka tidak mau menerima. Kopi gayo inilah yang mereka mau karena sesuai dengan kententuan mereka ‘menjaga ekosistem’,” pungkasnya.  

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018