Wednesday, 23 September 2020


 Perusahaan Perkebunan Se-Sumatera Terapkan Protokol  Waspada dan Cegah Virus Corona

27 Mar 2020, 16:30 WIBEditor : Ahmad Soim

Perkebunan sawit menjadi salah satu investasi yang memberikan daya tarik bagi investor | Sumber Foto:Dok. Sinta

Ada lima isi Surat Edaran BKS-PPS dan 9 poin sebagai contoh protokol kewaspadaan dan pencegahan virus corona di perkebunan

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera BKS – PPS) mengeluarkan dan menerapkan protocol kewaspadaan dan pencegahan penyakit virus corona di lingkungan perkebunan di Pulau Sematera.

 

Ketua Umum BKS-PPS Soedjai Kartasasmita mengatakan BKS-PPS mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 05/SE-K/BKS/2020  tentang Peningkatan kewaspadaan pencegahan penyakit Virus Corona, Jumat, 27 Maret 2020.

 

“SE ini kami tujukan kepada para Adrninistratur dan atau Manager Kebun Anggota Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Surnatera ( BKS-PPS),” katanya kepada tabloidsinartani.com di Jakarta (27/3).

 

Ada lima hal isi dari SE tersebut. Pertama, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap dilaksanakannya Peraturan Perundangan ataupun Surat Edaran dari Pemerintah terkait Virus Corona.

 

Kedua, mendata dan melaporkan jika terdapat kasus ataupun yang diduga kasus Virus Corona di tempat kerja. Ketiga, perusahaan melakukan pengecekan pemeriksan dengan thermoscan kepada setiap pekerja/buruh sebelum melaksanakan aktivitas di perusahaan serta menyediakan hand sanitizer.

 

Keempat, memerintahkan kepada pekerjal buruh untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat guna memperkecil resiko penularan di tempat kerja.

 

Kelima, bagi perusahaan yang sudah melakukan pembatasan kegiatan usaha akibat kebijakan pemerintah di daerah masing-masing guna pencegahan dan penanggulangan Virus Corona, hal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan terkait.

 

 

BKS-PPS lanjut Soedjai Kartasasmita juga memberikan contoh  protokol yang sudah dibuat dan diberlakukan beberapa perusahaan perkebunan di Sumatera antara lain  PT. Socfin lndonesia, Holding PTPN-Ill dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) terkait pencegahan virus corona.

 

Salah satu protocol yang sudah diterapkan ada yang menerapkan Sembilan langkah. Pertama,  setiap pekerja pada pagi hari dilaksanakan pemeriksaan dengan thermoscan dan bila dijumpai karyawan yang demam dirujuk ke klinik untuk berobat dan selanjutnya isolasi diri di rumah serta dilaporkan ke dinas kesehatan. Kedua, setiap keluar masuk kantor harus cuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan di pintu depan ( Keluar masuk kantor hanya di buka satu pintu ). Ketiga, seminggu sekali dilaksanakan penyemprotan desinfektan ke seluruh ruangan kantor pada sabtu sore.

 

Keempat, pekerja yang batuk diistirahatkan di rumah untuk mengisolasi diri. Kelima, penerapan social distancing di tempat kerja. Keenam, dibuatkan poster peringatan stop penularan corona yang ditempel di tempat pintu masuk, kantin, gudang, dll. Ketujuh, kegiatan vendor dan suplier mulai dibatasi dan tidak diizinkan untuk masuk socfindo. Berkaitan dengan hal tersebut komunikasi hanya diizinkan via email, whatssap dan telpon.

 

Kedelapan, untuk tender pengadaan diubah secara electronic dengan dibuatkan inbox tersendiri. Kesembilan, untuk areal Lapangan /Kebun dilaksanakan sosialisasi secara reguler dan menerapkan ketentuan no 1 – 8  disesuaikan dengan kondisi masing masing kebun.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018