Monday, 06 December 2021


Tambahan Meningkat Berkat Tumpang Sari Serai Wangi-Jagung

03 Apr 2020, 22:20 WIBEditor : Clara

Tumpang sari serai wangi-jagung dapat meningkatkan pendapatan petani | Sumber Foto:Pribadi

TABLOIDSINARTANI.COM, Solok --- Edi Djanuardi, petani jagung tumpang sari serai wangi tengah menikmati panen jagung hasil 2 hektar lahan miliknya. Pria yang merupakan Ketua Perhimpunan Petani dan Penyuling Minyak Atsiri Sumatera Barat ini mengaku inovasi tumpang sari jagung dan serai wangi baru  dilakukannya guna mendapatkan keuntungan lebih besar dan pemanfaatan lahan secara optimal.

"Jagung panen umur 4 bulan, sedangkan sereh wangi membutuhkan waktu 6 bulan untuk panen perdana. Dengan sistem tumpang sari ini, serai wangi belum panen, tetapi modalnya sudah kembali dari hasil panen jagung," kata Edi. Jagung pipilan kering ia jual langsung ke peternak ayam petelur dengan harga berkisar Rp 4.300-4.500 per kg.

Masih dalam proses panen, Edi berharap lahan yang berada di Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok ini mampu menghasilkan 10-12 ton per hektar jagung pipilan kering.

Serai Wangi dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Serai wangi menghasilkan Cytronella Oil atau yang lebih dikenal dengan minyak atsiri sereh wangi. Minyak ini dapat melindungi kulit dari nyamuk, mikroba maupun bakteri.

Kandungan dan manfaat yang terdapat pada minyak hasil olahan serai wangi ini menjadi salah satu rahasia Edi untuk melindunginya dari virus. "Saya yakin, bahwa virus akan minggat karena minyak serai wangi. Saya selalu membawa minyak ini kemana-mana agar bisa diolesi ke tangan sewaktu-waktu," ungkapnya.

Di tengah pandemi virus corona, Edi melakukan antisipasi. "Saya hanya ketemu dengan operator suling dua orang, 14 orang pekerja tani di lahannya. Di rumah, ruangan, peralatan dan kendaraan Saya semprot dengan hidrosol serai wangi. Saya dan keluarga keluar rumah untuk belanja, tangan dilumuri cytronella oil," terangnya.

Mengenai pemasaran cytronella oil, Edi mengaku 50 persen dijual ke eksportir seperti Van Aroma dan Mitra Ayu. Lebihnya dijual atas pesanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menggunakan cytronella oil sebagai bahan baku. Kemudian sebagian kecil dijadikan produk seperti sabun serai, aromaterapi dan dikemas untuk minyak gosok/obat tradisional guna meningkatkan nilai jual.

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018