Saturday, 06 June 2020


Kopi Boehoen, Produk Poktan Maju Mekar yang go Internasional

09 May 2020, 21:20 WIB

Pak Uwe saat pameran di Taiwan | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumedang---Siapa bilang produk kelompok tani tidak bisa menembus pasar dunia? Lihat saja apa yang diraih Kelompok Tani (Poktan) Maju Mekar, di Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Mengusung merek Boehoen, Poktan Maju Mekar, benar-benar mengalami kemajuan dan usahanya bermekaran. Pemasaran kopinya, tidak hanya di dalam negeri, tapi mampu menembus pasar mancanegara.

Bahkan, Sulaeman, Ketua Poktan Maju Mekar, yang akrab dipanggil Pak Uwe, berhasil menerima berbagai penghargaan. Bukan hanya itu, Pak Uwe sering diminta menjadi pembicara atau narasumber diberbagai kelompok tani, instansi pemerintahan BUMN dan perusahaan swasta.

Lebih membanggakan lagi, pada tahun 2019 Poktan Maju Mekar mendapatkan kesempatan mengikuti festival kopi tingkat dunia di Taiwan. Produk unggulannya adalah full wash dan specialty. Diantaranya Kopi Lanang, Kopi Luwak, Honey, Natural dan Wine. 

Kini kopi Boehoen produk Poktan Maju Mekar Desa Nagarawangi telah go internasional.  Brand kopi Boehoen (Kopi Buhun/ Legend Coffe) telah terdaftar di Kemenkumham RI sejak tahun 2016. “Saat ini kita ekspor ke Korea Selatan, rata-rata 20 ton sekali kirim,” ujarnya.

Pak Uwe bercerita, dalam pengembangan produk kopi, Poktan Maju Mekar mendapat pendampingan dan bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian Sumedang melalui program penanaman kopi tahun 2010. Pada tahun 2012 mulai memanen hasil kopi dan melakukan pengolahan kopi, sekaligus pemasarannya.

Kesempatan baik datang pada akhir tahun 2015, kami mendapat bantuan fasilitas alat pengolahan kopi seperti huller, pulper dan roasting. Dengan bantuan alat tersebut, kami mulai mengembangkan sayapnya memproduksi kopi dengan kapasitas yang lebih besar dan berkualitas,” tutur Pak Uwe.

Dengan luas hamparan kopi sekitar 27 ha, Poktan Maju Mekar semakin fokus pada budidaya dan pengolahan kopi hingga sekarang. “Kami mengikuti berbagai pelatihan, seminar, pameran hingga lomba terus diikuti untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dibidang perkopian,” katanya.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan menyampaikan tiga program strategi untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Pertama, meningkatkan pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kedua Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Ketiga Gerakan Tiga kali Ekspor (Gratieks).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi juga menegaskan, untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian, petani harus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha taninya, baik on-farm maupun off-farm, terutama pengelolaan pasca panen.  

Reporter : Cepi Kersani/Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018