Saturday, 06 June 2020


Prospek Panjang, Begini Budidaya Anti Gagal Kapulaga

15 May 2020, 05:18 WIBEditor : Gesha

Kapulaga, bahan rempah unggulan Indonesia | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Kapulaga menjadi salah satu bahan rempah yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tak hanya untuk bahan masakan, kapulaga juga dibutuhkan untuk industri makanan, minuman hingga farmasi. Tertarik untuk mulai budidaya?

"Tanaman kapulaga merupakan tanaman perdu yang tumbuh baik pada kondisi ternaungi. Tanaman kapolaga menghendaki tanah subur, gembur dan berdrainase baik. Tanah seperti ini banyak di Indonesia pada berbagai ketinggian di bawah 1000 m di atas permukaan laut (dpl), curah hujan 2000-4000 mm per tahun," beber peneliti Kapulaga dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Rosihan Rosman.

Di Indonesia sendiri, pertanaman Kapulaga tersebar di 20 propinsi di Indonesia, terluas di Jawa Barat 27 405 536 meter persegi dengan produksi 62.923.519 kg (62.923 ton).

Nilai ekspornya pun semakin meningkat hingga mencapai 6.248.064 kg (6.248 ton) dengan nilai 7.785.335 dollar Amerika. Di dalam negeri sendiri, kebutuhan kapulaga juga masih besar karena luasnya pemanfaatan di industri makanan, minuman dan farmasi. "Harganya per kg kapulaga kering antara Rp 90.000,- - Rp.110.000," tambahnya.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat mengidentifikasi setidaknya ada 3 kriteria daerah yang sesuai untuk budidaya tanaman kapulaga. Mulai dari kriteria Daerah Amat sesuai yaitu daerah yang memiliki ketinggian hingga 500 m dpl dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun. "Mulai dari daerah antara Bogor-Jakarta sampai Cirebon, Kabupaten Cianjur, Sebelah barat Sukabumi, Sebelah barat Serang, dan sekitar Ciamis," tutur Rosihan.

Kemudian kriteria daerah sesuai yaitu daerah yang memiliki ketinggian hingga 500 m dpl dengan curah hujan 2000-4000 mm/tahun. "Ada di sekitar Pandeglang, Bogor, Utara Bandung, Selatan Sukabumi, Sumedang, Garut, Majalengka dan Ciamis," tambahnya. 

Hingga kriteria daerah hampir sesuai yaitu daerah yang memiliki ketinggian hingga 500 m dpl dengan curah hujan 2000-5000 mm/tahun yang terletak di Timur Pandeglang, selatan Serang hingga sekitar Kabupaten Bogor, Selatan Sukabumi, Selatan Cianjur. 

Lantas bagaimana cara budidayanya?

 

Reporter : Agus Ruhnayat
Sumber : Balittro
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018