Saturday, 06 June 2020


VCO, Kaya Manfaat Kesehatan dan Potensial Dikembangkan

18 May 2020, 15:57 WIBEditor : Indarto

Buah kelapa | Sumber Foto:Dok. Sinar Tani

VCO juga sebagai anti bakteri e- colli, salmonela dan bisa menghambat plak gigi. VCO bisa digunakan untuk terapi dan merangsang daya ingat.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni yang kaya manfaat kesehatan punya potensi dikembangkan di tanah air. Sebab, dari 3,5 juta ha kebun kelapa dengan produktivitas 2 ton per ha, baru sekitar 10 persen yang diproses menjadi VCO.

Peneliti Balai Penelitian Tanaman Palma, Balitbang Pertanian, Stevie Karouw mengatakan, VCO bisa dimanfaatkan untuk terapi penyembuhan corona (covid 19). Mengingat, asam lemak dan asam laurat yang terkandung dalam VCO berfungsi sebagai anti virus.

"VCO juga sebagai anti bakteri e- colli, salmonela dan bisa menghambat plak gigi. VCO bisa digunakan untuk terapi dan merangsang daya ingat," kata Stevie dalam Webinar bertema "  Covid 19, Saatnya Berbisnis VCO   ", di Jakarta, Senin (18/5).

Menurut Stevie,  asam laurat dan rantai sedang lemak jenuh dalam VCO mempunyai manfaat kesehatan ketika dikonsumsi. Kandungan asam laurat dan lemak mempunyai karakter monolarin yang mampu merusak membran virus.

" Kandungan asam laurat dan lemak tersebut  menghambat perbanyakannya serta mencegah pengikatan proten virus pada membran sel host. Asam laurat diubah menjadi monolaurin dalam tubuh," paparnya.

VCO bagi sejumlah kalangan masyarakat dikenal sebagai minyak kaya khasiat. Meski sama-sama dihasilkan dari buah kelapa,  VCO berbeda dengan minyak kelapa biasa. VCO bersifat lebih murni, karena diproses melalui fermentasi.

" Dalam proses fermentasi, santan kelapa yang sudah tua diendapkan. Nantinya, minyaknya akan berada di atas. Untuk memisahkan minyak, cream dan air  bisa dilakukan dengan penyaringan," katanya.

Menurut Stevie, untuk mendapatkan hasil VCO yang bagus, diperlukan buah kelapa tua (usianya 11-12 bulan). Jenis kelapa yang digunakan kelapa dalam. " Kalau menggunkan kelapa genjah, fermentasinya agak sulit, karena kandungan proteinnya tinggi," ujarnya.

VCO yang bagus sangat tergantung proses fermentasinya, khususnya pada penyaringannya. VCO yang bagus, tidak ada endapan seperti yang kerap ditemui pada minyak kelapa (minyak klentik).  Apabila dilihat, VCO tampak jernih seperti air.

Diversifikasi Produk

Menurut Stevie, umumya masyarakat mengolah kelapa menjadi kopra. Sebagian lainnya dijual dalam bentuk butiran. Bahkan,  tak sedikit yang dijual berupa kelapa muda dengan harga lebih mahal.

Di Padang misalnya, harga kelapa muda Rp 8.000-Rp 10.000 per butir. Sedangkan harga kelapa tua (sabutnya berwarna cokelat) hanya Rp 4.000- Rp 5.000/butir.

Padahal, untuk membuat VCO diperlukan kelapa yang sudah tua. Oleh sebab itu, untuk memulai usaha VCO tak bisa berdiri sendiri. "Harus ada diversifikasi usaha supaya usahanya bernilai tambah," ujarnya.

Menurut Stevie, karena yang diperlukan dalam pembuatan  VCO adalah buah kelapa yang sudah tua, maka bahan baku lainnya seperti air kelapa bisa dijadikan nata de coco. Tempurungnya dapat diolah menjadi arang atau briket batok kelapa yang harganya mahal.

"Sedangkan sabutnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku serat sabut untuk media tanaman, pembuatan tali, dan bahan baku industri lainnya," katanya.

Stevie mengaku, selama ini 90 persen butiran kelapa dijual ke Thailand. Butiran kelapa tersebut selanjutnya diproses menjadi VCO dan aneka olahan lainnya.

Menurut Stevie, saat ini sudah waktunya masyarakat memanfaatkan kelapa dalam sebagai bahan baku VCO. Proses pembuatan VCO bisa dilakukan dalam skala rumah tangga.

Agar VCO tersebut layak konsumsi, kata Stevie, proses pembuatannya harus memenuhi kaidah GMP yang baik. Sehingga produknya steril dan higienis. "Untuk mengurangi aroma yang agak asam, proses penyaringannya bisa menggunakan kertas saringan atau kapas steril," paparnya.

Menurut Stevie, untuk 1 liter VCO diperlukan 10-12 butir kelapa. " Yang paling utama dalam proses fermentasi tersebut jangan sampai kadar airnya tinggi. Penyaringan sangat diperlukan supaya kadar air proses pembuatan VCO rendah," pungkasnya. 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018