Friday, 05 June 2020


Bintan Ekspor Karet Rp 34 Miliar Hingga ke Amerika Serikat

18 May 2020, 21:21 WIBEditor : Clara

Karet asal Indonesia banyak permintaan ekspor | Sumber Foto:Karantina Pertanian Tanjungpinang

TABLOIDSINARTANI.COM, Tanjungpinang ---  Di tengah lesunya ekonomi dunia akibat pandemi covid-19, ekspor karet Bintan justru terus meningkat singnifikan. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Tanjungpinang kembali memfasilitasi sertifikasi ekspor karet lempengan asal Bintan ke berbagai negara. 

Karet senilai Rp 34,4 miliar milik PT Pulau Bintan Djaya (PBD) yang dikapalkan melalui Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Jumat (15/05) berjumlah 1.824 ton yang akan diekspor ke Malaysia, Cina, Jepang, Montenegro, Kanada hingga Amerika Serikat.

Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat bahwa telah terjadi peningkatan permintaan karet yang diolah oleh PT. PBD di Pulau Bintan, Kepulauan Riau sebanyak 11 persen dibandingkan ekspor karet tahun lalu di periode tersebut. Tahun 2019 pada kuartal pertama tercatat ada 5.484 ton, sedangkan di tahun 2020 sudah 6.109 ton. Secara ekonomi pun ada peningkatan hingga 29 persen, dimana tahun 2019 nilai ekonominya Rp 98,7 miliar sedangkan di tahun 2020 sudah mencapai Rp 127,5 miliar.

Kepala Barantan, Ali Jamil menyatakan peningkatan ekspor komoditas karet lempengan ini patut kita syukuri, karena hal ini tentu berimbas juga kepada petani karet dan pekerja pengolahan karet. "Di tengah pandemi covid-19 banyak lini usaha harus tutup, namun usaha di sektor pertanian tetap tumbuh karena sedang dibutuhkan sebagai penyedia bahan pangan maupun bahan baku."

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksidayan menjelaskan bahwa tren ekspor komoditas pertanian dari Tanjungpinang tidak terpengaruh meskipun di tengah pandemi covid-19. Pada Januari  2020 ekspor karet kita sebanyak 463,6 ton yang nilainya Rp 8,5 miliar dengan frekuensi dua kali, yakni Februari 2.745 ton yang nilainya Rp 52,7 miliar dengan frekuensi 24 kali, dan Maret sebanyak 1.763 ton yang nilainya Rp 34 miliar dengan frekuensi 13 kali,  pada bulan April sebanyak 1.138 ton dengan nilai Rp 32,4 miliar dengan frekuensi 14 kali.

Negara tujuan ekspor pun tahun ini lebih bervariasi, bila tahun 2019 periode Januari - April negara tujuan ekspornya hanya lima negara yaitu Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Cina, Italia dan Pakistan, tahun 2020 ini diperiode yang sama ada 12 negara yaitu Malaysia, Cina, Inggris, Montenegro, Amerika Serikat, Pakistan, Kana3epang, Mesir, Turki, Brazil dan Korea Selatan.

Meningkatnya kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan covid-19 berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan karet sebagai bahan baku pembuatan APD, salah satunya adalah sebagai bahan baku pembuatan sarung tangan. Karantina pertanian berkomitmen memberi pelayanan yang cepat dengan fasilitas PPKOnlinline sehingga kebutuhan bahan baku tersebut dapat segera dipenuhi.

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018