Senin, 04 Maret 2024


Revisi Permentan IUP Belum Temukan Titik Temu

25 Jun 2013, 18:45 WIBEditor : Julianto

Pemerintah akan merombak mekanisme perijinan usaha perkebunan. Dengan mekanisme baru diharapkan semua ijin yang keluar lebih transparan, sehingga tidak menimbulkan konflik di lapangan. Mekanisme baru tersebut akan diatur dalam revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 26 tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan.

Namun demikian, dalam pertemuan konsultasi publik penyempurnaan Permentan No. 26 tahun 2007 di Bandung, Rabu (19/6), pemerintah dan pelaku usaha belum menemukan titik temu dalam beberapa klausul. Padahal pembahasannya revisi Permentan tersebut sudah berjalan hampir dua tahun.

Dalam draf Permentan terbaru ada banyak perubahan. Jika Permentan No. 26 tahun 2007 hanya 46 pasal, maka dalam usulan revisi tersebut bertambah menjadi 65 pasal. Artinya ada 19 pasal tambahan.

Setidaknya ada beberapa persoalan krusial yang menjadi pro kontra dan menjadi isu strategis.  Pertama, jenis dan perijin usaha perkebunan. Kedua, pembangunan pabrik kelapa sawit tanpa kebun. Ketiga, pembangunan kebun plasma masyarakat. Keempat, pembatasan luas perijinan usaha perkebunan.

Kelima, tambahan persyaratan pemberian ijin usaha perkebunan. Keenam, transparansi pemberian ijin usaha perkebunan. Ketujuh, kewajiban pemegang ijin usaha perkebunan. Kedelapan, pembinaan dan pengawasan kepada pemberi ijin.

Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan yang memimpin pertemuan tersebut berharap Permentan yang baru tersebut lebih konprehensif dalam pemberian ijin usaha perkebunan. Misalnya, dalam pengawasan ijin yang sudah dikeluarkan. Selama ini ketika pemerintah daerah (Pemda) sudah mengeluarkan IUP, tidak ada lagi pengawasan terhadap ijin tersebut.

“Apakah ijin yang sudah didapat pengusaha tersebut sudah dilaksanakan membangun kebun atau belum? Pemda tidak pernah mengetahui. Sedihnya lagi, kadang ketika pejabat pemerintahnya berganti, keluar ijin baru dilokasi yang sama,” katanya.

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI

(berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066)

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018