Monday, 10 August 2020


Ketersediaan Benih Unggul, Jadi Pendorong Agribisnis Kelapa

08 Jun 2020, 13:18 WIBEditor : Indarto

Budidaya kelapa | Sumber Foto:Dok. Sinta

Kelapa yang ditanam petani banyak yang sudah tua dan rusak sehingga produktivitasnya rendah. Benih unggul yang tersedia pun terbatas.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Meski dikenal sebagai negara berjulukan nyiur melambai, namun agribisnis kelapa di tanah air saat ini kurang bergairah. Selain produksinya rendah, 1,1 ton/ha, nilai jual yang diterima petani pun rendah. Bahkan, harga komoditas kelapa juga tak stabil, karena tak ada jaminan pemasaran.

Kepala Balitpalma, Ismail Maskromo mengatakan, kelapa yang ditanam petani banyak yang sudah tua dan rusak sehingga produktivitasnya rendah. Benih unggul yang tersedia pun terbatas.

"Karena itu diperlukan inovasi supaya agribisnis kelapa ini bangkit dan berkembang. Salah satunya adalah dengan menyiapkan benih unggul untuk peremajaan, rehabilitasi dan perluasan tanaman," kata Ismail Maskromo, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Senin (8/6).

Menurut Ismail, penyediaan benih kelapa bisa dilakukan secara konvensional maupun non konvensional (kultur jaringan). " Akan lebih cepat menggunakan sistem kultur jaringan dalam penyediaan benih kelapa. Sebab, melalaui sistem ini akan dihasilkan benih dalam jumlah banyak dan berkualitas," kata Ismail.

Ismail mengatakan, ada potensi benih kelapa sebanyak 15.343.946 butir/tahun. Dari jumlah tersebut, yang sudah tersertifikasi sebanyak 4.878.110 butir/tahun. Potensi benih kelapa tersebut berasal dari benih unggul nasional kelapa dalam (11 varietas) sebanyak 300.000 butir/tahun. Benih unggul kokal kelapa dalam (23 varietas) sebanyak  1.393.946 butir/tahun dan pohon induk terpilih atau blok penghasil tinggi (BPT) sebanyak 13.650.000 butir/tahun.

Benih unggul kelapa yang telah disiapkan ini diharapkan, bisa digunakan untuk perluasan areal dan peremajaan. " Agar petani punya nilai tambah,  perlu didorong hilirisasinya melalui pengolahan produk utama dan ikutannya.  Supaya petani dapat harga yang bagus perlu juga regulasi yang pantas untuk petani," kata Ismail.

Ismail juga mengatakan, agar benih unggul yang ditanam petani tumbuh dengan baik, juga diperlukan perbaikan teknik budidayanya. Misalnya, dengan pemberian pupuk secara berkala dan irigasi di lahan kelapa.

" Yang tak kalah penting adalah optimalisasi BPT dan perbanyakan massal," ujar Ismail.

Guna mendorong agribisnis kelapa, lanjut Ismail, Balitpalma kurun lima tahun ke depan akan fokus melakukan perakitan varietas unggul tipe baru. Kemudian melakukan perbanyakan massal dan menerapkab teknologi budidaya tanaman palma yang efisien dan berkelanjutan.

" Kami juga fokus dalam pengendalian hama dan penyakit. Mengembangkan pangan fungsional seperti VCO, bio energi dan bumii material," papar Ismail. 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018