Friday, 10 July 2020


Prospek Cerah, Agribisnis Vanili Dapat Ajukan KUR Hingga Rp 500 Juta

15 Jun 2020, 11:31 WIBEditor : Indarto

Budidaya vanili | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Selain KUR, sumber pendanaan budidaya vanili dapat diperoleh dari sejumlah perusahaan swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR).

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Agribisnis vanili menjadi salah satu kegiatan yang banyak ditekuni petani di sejumlah daerah. Bahkan, untuk permodalan usaha budidaya vanili yang sudah terintegrasi dari hulu-hilir, petani bisa mengajukan pinjaman melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp 500 juta.

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya ( P4S ) Griya Vanili Salatiga, Nurcahyo Eko Junaidi mengatakan, masalah pembiayaan budidaya vanili dari hulu-hilir bisa didapatkan dari bank melalui skema KUR berbunga rendah 6 persen per tahun. Pengajuan KUR bisa ditujukan ke bank BRI, BNI, Mandiri dan Mandiri Syariah.

" Sesuai pengalaman kami, untuk pemula bisa mengajukan kredit yang plafonnya Rp 20 juta. Agunannya bisa sertifikat tanah atau BPKB," kata Eko, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Senin (15/6).

Menurut Eko, kalau yang sudah lama (sudah mengajukan kredit), dan tak bermasalah angsurannya bisa mengajukan KUR hingga Rp 500 juta. " Bagi yang sudah lama tak perlu jaminan. Paling hanya menyertakan purchase order (PO) ," ujarnya.

Eko mengatakan, apabila ada petani atau kelompok tani yang kesulitan saat mengajukan KUR bisa dilakukan pendampingan. Biasanya bank yang akan menyalurkan KUR butuh penjamin atau afalis.

" Nah, kalau ada yang kesulitan mengajukan KUR silakan kontak, kami siap jadi penjamin," kata Eko.

Selain KUR, sumber pendanaan budidaya vanili dapat diperoleh dari sejumlah perusahaan swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR). " Kalau kelompok kami dapat CSR dari program Desa Inspirasi Padi PT Industri Jamu Sido Muncul yang lokasi kegiatannya di Kab.Sukoharjo dan Semarang," paparnya.

Menurut Eko, pembiyaan budidaya vanili bisa juga diperoleh dari perorangan atau investor. " Pola investasi ini juga dikembangkan di kelompok kami dengan sistem paket. Malalui Sahejo kami kembangkan 1-2 paket sebanyak 100 pohon (200 m2) yang berlokasi di Jawa Barat dan Kalimantan Tengah," ujarnya.

Eko juga mengatakan, dalam sistem investasi ini, binaan P4S Griyo Vanili Salatiga sebagai penyedia lahan dan tenaga perawatan.  "Sedangkan partner  berperan sebagai investor dari pengembangan kegiatan integrated farming," kata Eko.

Selain KUR, pembiayaan budidaya vanili bisa juga dari lembaga keuangan manca negara, seperti Root Capital. Menurut Advisory Coordinator Root Capital Indonesia, Ikatri Meynar Sihombing, petani yang mengajukan pinjaman harus punya legal formal (berbadan hukum). Artinya, untuk kelompok tani harus membentuk koperasi, CV atau PT.

Meynar mengatakan, pengajuannya harus memenuhi persyaratan tertentu. Seperti, harus sudah tiga tahun beroperasi dan omzetnya 250 ribu dollar AS.

" Pendanaan dari Root Capital Indonesia ini difokuskan ke perusahaan yang berorientasi ekspor. Sehingga bunganya pun dipatok dalam bentuk dollar, 9-11 persen per tahun," kata Meynar. 

 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018