Friday, 10 July 2020


Cegah Dahak dan Virus, Aromaterapi Minyak Atsiri Diminati Pasar

23 Jun 2020, 16:26 WIBEditor : Indarto

Minyak atsiri sereh wangi | Sumber Foto:Dok. Indarto

Industri minyak atsiri dari hulu-hilir diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan minyak atisiri ke sejumlah negara.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tren hidup sehat dan kesadaran masyarakat memanfaatkan produk natural yang menyehatkan turut  mendorong peningkatan permintaan produk minyak atsiri selama pandemi corona (covid 19). Tak mengherankan apabila sejumlah produk minyak atsiri seperti aromaterapi, medicated oil dan jamu modern banyak diminati masyarakat.

Ketua Umum Dewan Atsiri Indonesia (DAI), Robby J. Gunawan mengatakan, produk minyak atsiri yang mampu mengurangi dahak dan mencegah virus diperkirakan akan terus tumbuh di era new normal. " Karena saat ini sudah terjadi perubahan perilaku konsumen, termasuk dalam industri minyak atsiri. Tren hidup sehat dengan produk natural seperti atsiri di era new normal masih survive dan prospektif," kata Robby J. Gunawan, dalam webinar, di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Robby, selama pandemi covid 19 sejumlah produk minyak atsiri relatif tidak terkena dampak ekonomi yang buruk.  Karena ada perubahan perilaku konsumen membuat sejumlah produk minyak atsiri seperti parfum  dan natural cosmetik mengalami penurunan.

" Produk yang dijual di toko pengecer seperti parfum dan natural cosmetik yang mengalami penurunan. Tapi, produk yang terkait kesehatan permintaannya melonjak," paparnya.

Robby mengatakan, industri minyak atsiri dari hulu-hilir diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan minyak atisiri ke sejumlah negara. Data DAI menyebutkan,  market share (pangsa pasar) minyak atsiri senilai 7,03 miliar dollar AS pada tahun 2018, dan diperkirakan akan meningkat sebesar 13,6 miliar dollar AS pada 2026. Dari pangsa pasar tersebut,  35 persen digunakan untuk industri makanan dan minuman. Kemudian aromaterapi dan natural cosmetik 29 persen, house hold care 17 persen, farmasi 16 persen dan lainnya 3 persen.

Menurut Robby, Indonesia mengekspor minyak atsiri ke sejumlah negara seperti Jepang dan China. Nilai ekspor minyak atsiri ke sejumlah negara sebesar 400 juta dollar AS per tahun.

Minyak atsiri yang diekspor tersebut diolah oleh industri kecil dan menengah (IKM) yang jumlahnya lebih dari 3.000 unit. IKM ini melakukan penyulingan terhadap minyak nilam, cengkeh, pala, sereh wangi dan lain-lain. " IKM ini juga sebagai pengumpul biomasnya. Bahan baku minyak atisiri ini dijual ke perusahaan (eksportir) , yang untuk selanjutnya dijual lagi ke industri pengguna," paparnya.

Menurut Robby, Indonesia punya potensi kekayaan hayati yang luar biasa. Dari 97 jenis tanaman atisiri, baru sekitar 25 jenis yang dikembangkan industri atsiri dari hulu-hilir.

" Kalau dilihat dari pangsa pasarnya, industri minyak atsiri masih potensial dikembangkan. Karena itu budidaya tanaman atsiri yang punya benefit untuk mendorong industri farmasi bisa ditingkatkan," katanya.

Minyak Kayu Putih Aromaterapi

Minyak kayu putih aromaterapi (Safe Care) yang diproduksi PT Surabaya Indah Permai menjadi salah satu produk yang banyak diminati selama pandemi covid 19. Minyak kayu putih yang semula hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai pereda mual dan pusing ini, diyakini memiliki antiseptik yang bisa melonggarkan pernafasan.

" Safe care atau aromaterapi minyak kayu putih ini adalah produk eksiting kami yang diyakini mampu menghambat virus. Aromaterapi berbahan baku minyak atsiri inilah yang akan kami kembangkan ke depan," kata CEO PT Surabaya Indah Permai (Safe Care), Trijayanti Darmadji.

Menurut Trijayanti, pihaknya juga akan mengembangkan tissue basah aromaterapi yang mengandung bahan baku minyak atsiri citrus dan mint. Tissue ini barangkali akan menjadi pilihan masyarakat di saat new normal.

" Masyarakat yang menggunakan tissue ini akan lebih fresh," ujarnya.

Trijayanti juga mengatakan, selain tissue ada juga  hand sanitizer dan masker yang diharpkan menjadi peluang pasar di era new normal. " Hand sanitizer ini memang sudah banyak pemainnya. Tapi, akan menawarkan dengan aromaterapi lavender, citrus, greenparth dan sweet mint," pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018