Tuesday, 14 July 2020


Budidaya Lada Berkembang Pesat di Kepri

29 Jun 2020, 11:30 WIBEditor : Ahmad Soim

Budidaya Lada di Kepri | Sumber Foto:BPTP Kepri

TABLOIDSINARTANI.COM, Kepri -  Sentra produksi utama lada (Piper nigrum L.)  di Indonesia adalah Provinsi Kep. Bangka Belitung dan Lampung. Namun demikian, budidaya tanaman lada juga berkembang pesat  di provinsi Kepulauan  Riau (Kepri).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Kepulauan Riau (2017) luas lahan lada di Kepulauan Riau adalah 196,00 ha dengan produksi Lada 49,54 ton, produktivitas 0.25 ton/Ha yang tersebar di 3 (tiga) Kabupaten yaitu Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan.

Produktivitas lada di Kepri belum setinggi di Provinsi Lampung maupun Bangka Belitung yang sudah mencapai 1,0 kg kering/pohon atau setara 1,6 ton/ha, populasi  1.600 pohon/ha, hal ini disebabkan belum dilakukan penerapan teknologi budidaya yang baik khususnya pemupukan dan pemangkasan.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepri Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP., mengatakan Kabupaten Lingga merupakan sentra lada di Kepri atau 95 persen dari seluruh areal lada yang ada di Kepri. Luas area Lada 186,5 ha dengan produksi 45 ton, masyarakat Lingga menyebut tanaman lada dengan sebutan Sahang.

Lada Kepri (Photo: BPTP Kepri)

Potensi tanaman lada di Kabupaten Lingga sangat besar namun tidak terlepas dari permasalahan seperti teknologi budidaya yang tepat, dimana petani dalam membudidayakan tanaman lada masih secara konvensional. Hal ini disebabkan karena mayoritas petani lada terbatas modal dan belum menguasai teknologi pemupukan, pemanfaatan tajar hidup, maupun pengendalian hama utama tanaman lada.

“Hasil penelitian Balitro mencapai antara 2-2,5 kg/pohon atau setara 4-5 t/ha. Peluang peningkatan produktivitas dan kuantitas di Lingga dapat dilakukan dengan perbaikan teknologi budidaya. Perbaikan teknologi mendesak dilakukan, kendala ini harus segera diatasi dengan pembinaan yang kontinuitas dan regulasi. Selama ini yang hanya berfokus pada tanaman pangan, oleh sebab itu empati Pemerintah Daerah dan tentunya pusat diharapkan dalam membantu permasalahan dilapangan,” kata Sugeng.

Data terbaru dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lingga (2020) menunjukkan bahwa Tanaman Lada di Kabupaten Lingga meningkat area tanamnya, sampai dengan sekarang terdapat  234 ha dan total produksi 28,81 ton atau 368 kg/ha dalam bentuk lada putih. yang tersebar di 12 kecamatan yang diusahakan oleh 469 KK, dimana  kecamatan Lingga Utara memiliki area terluas yakni 70 ha yang  dengan produksi 5,40 ton atau 327 kg/ha.

Varietas lada yang dibudidayakan di Kabupaten Lingga adalah Varietas Pentaling 1. Pada umumnya petani menjual hasil panen lada ke pengumpul.  Infomasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga (Julia Purnama Sari, S.P) harga lada terbaru, lada putih (merica) di jual kisaran Rp.40.000-50.000/kg sedangkan lada hitam kisaran harga Rp.25.000-35.000/Kg.

Harga jual lada tersebut terjadi penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk lada lingga sendiri sudah dipasarkan antar Provinsi seperti Provinsi Jambi dan dalam Provinsi seperti Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun. Peluang ekspor tentunya bagi Kepri bilamana ditangani dengan baik potensi dan peluang ini.

Balitbangtan dan Ditjenbun  membantu meningkatkan skill petani lada di wilayah perbatasan, modal, kelancaran logistik (Pemda setempat) sangat diharapkan. Terkait dengan modal mulai tahun ini dirintis menggunakan pinjaman dana KUR, semoga dapat terealisasi dengan baik, dan akhirnya petani lada di wilayah perbatasan yang terisolir dapat tersenyum menikmati setetes air karena perhatian dari pusat.

Lada merupakan salah satu komoditas ekspor penting di Indonesia. Pada beberapa dekade yang lalu, Indonesia merupakan pengekspor lada terbesar di dunia atau mencapai 29,0 persen kebutuhan dunia, namun pada saat ini posisi tersebut telah digeser oleh Vietnam sebagai penghasil lada terbesar di dunia. 

Badan Pusat Statistik (BPS, 2019) merilis data sejak tahun 2015-2019, produksi lada terus mengalami peningkatan yang signifikan, sampai dengan tahun 2019  produksi lada telah mencapai 89.617 ton. Sepanjang Januari-Juli 2019, volume ekspor lada Indonesia  Lada merupakan salah satu komoditas  perkebunan yang memiliki prospektif dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, oleh sebab itu mulai digiatkan kembali potensi ini untuk pengembangan khususnya diwilayah sentra lada.

                 

                 

 

Reporter : J.S. Sitompul/S. Nurdin/R. Putra/S. Widodo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018