Sunday, 29 November 2020


Disalurkan ke Mitra, PPKS Medan Produksi Benih Sawit 50 Juta Butir/Tahun

08 Jul 2020, 17:19 WIBEditor : Indarto

Kebun sawit | Sumber Foto:Dok. Indarto

PPKS Medan pada tahun 2020 diperkirakan mampu memproduksi benih sawit sebanyak 24 juta butir. Pada tahun 2021 ditargetkan mampu memproduksi benih sawit sebanyak 31 juta butir.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta----Benih sawit berkualitas menjadi bagian penting para pekebun sawit. Karena itu, benih sawit unggul berkualitas harus ber-SNI. Guna menjamin kepastian kualitas benih sawit unggul, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan pun sudah mengantongi SNI dalam memproduksi benih sawit.

Benih sawit besutan PPKS Medan, hingga semester pertama tahun 2020 sudah disalurkan ke mitra sebanyak 2,1 juta butir (kecambah). " Rata-rata kami produksi benih sawit sebanyak 50 juta butir per tahun," ujar General Manager PPKS Medan, Suroso Rahutomo, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut Suroso,  PPKS Medan pada tahun 2020 diperkirakan mampu memproduksi benih sawit sebanyak 24 juta butir. Pada tahun 2021 ditargetkan mampu memproduksi benih sawit sebanyak 31 juta butir.

" Selain dalam bentuk kecambah, kami juga menyiapkan benih atau bibit sawit siap salur sebanyak 3 juta per tahun. Umumnya bibit sawit siap salur ini untuk keperluan peremajaan sawit rakyat (PSR)," ungkap Suroso.

Bibit sawit siap salur umumnya dijual dengan harga Rp 40 ribu per batang. Usia bibit siap salur ini 9-12 bulan.

Nah, kalau harga benih sawit (kecambah) dipatok Rp 7.500 per butir. " Untuk petani atau pekebun sawit, dapat subsidi 10 persen," ujarnya.

Suroso mengatakan, benih sawit besutan PPKS Medan ketika ditanam mampu menghasilkan TBS 6-7 ton/ha/tahun (CPO). Rendemannya rata-rata 25 persen.

Menurut Suroso, bibit sawit  ber-SNI menjadi jaminan pekebun sawit. " Karena itu, benih sawit yang kami hasilkan sudah melalui berbagai uji lab," ujarnya.

Benih sawit bersertifikasi ini, lanjut Suroso, sudah dijual dengan sistem retail untuk pekebun di kawasan Sumatera. Pekebun yang ada di remote area ini akan mendapat potongan harga 10 persen dan rafaksi 5 persen.

" Selain menjual benih langsung ke pekebun, kami juga melakukan sosialisasi kultur teknis dan kunjungan ke kebun," ujarnya.

PPKS Medan juga menjual benih sawit ke
Sejumlah perusahaan swasta sedang dan menengah. Nah, untuk perusahaan swasta ada layanan purna jual di atas pembelian 100 ribu butir.

" Kami juga melakukan penyaluran benih sawit ke penangkar. Biasanya benih yang kami salurkan untuk keperluan PSR," katanya.

Mitra penangkar yang ingin mendapatkan penyaluran benih sawit, lanjut Suroso, harus memiliki izin usaha perbenihan dari gubernur/provinsi setempat.  Penangkar yang bersangkutan telah mendapatkan surat persetujuan penyaluran benih kelapa sawit (SP2BKS) dari Dinas Perkebunan setempat, untuk sejumlah kecambah kelapa sawit yang akan ditangkarkan. 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018