Saturday, 15 August 2020


Kopi Kelompok Tani Bertahan dengan Dukungan BPP

11 Jul 2020, 07:05 WIBEditor : Gesha

Salah satu hasil kopi dari Poktan Kecamatan Wonosari Malang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Sudah sangat banyak jenis kopi dikemas dengan berbagai variasi. Tapi menjadi pemain tentu lebih bagus daripada sekedar hanya menjadi penonton. Semangat itulah kira-kira yang ingin ditunjukkan oleh poktan Kopi Sari dan Poktan Sumber Mulya Di Kecamatan Wonosari. 

Kabupaten Malang termasuk sentra utama kopi di Jawa Timur. Pesaing utamanya adalah kabupaten Banyuwangi, namun secara kualitas Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan mutu kopinya. Salah satu sentra kopi di Kabupaten Malang adalah di Kecamatan Wonosari tepatnya di selatan lereng Gunung Kawi.

Beberapa desa yang menjadi sentra kopi adalah desa Sumberdem, Bangelan, kebobang, Wonosari, Plaosan dan Sumbertempur. Tidak kurang dari 2000 Ha luas kopi terbagi menjadi lahan miliki petani serta milik perusahaan BUMN. 

Salah satu upaya untuk lebih mengenalkan kopi gunung kawi agar bisa bersaing dengan kopi-kopi yang ada di pasaran diinisiasi oleh Kelompok Tani Kopi Sari Desa Plaosan dan kelompok tani Sumber Mulya desa Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. 

Persaingan memang tidak bisa dihindari, aneka toko online sudah pasti juga menjual aneka kopi dengan berbagai harga. Kelompok Tani pun tentu optimis bahwa mereka juga memiliki pangsa pasar yang jelas dan khusus. Dengan dukungan dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Wonosari, mereka optimis melangkah lebih pasti.

“Semua anggota Poktan sudah membiasakan kopi petik merah agar kualitas makin bagus. Kita ingin kopi yang dikemas kelompok tani Kopi Sari ini bisa mengangkat icon kopi Wonosari dan perlahan bisa di terima di pasaran," terang Ketua Poktan Kopi Sari, Cipto.

Hingga sekarang, kopi hasil petani memang masih dikonsumsi secara lokal di sekitar Kecamatan Wonosari saja. "Kalau kualitas kita bisa bersaing dengan Kopi Dampit dan kopi lain di Kabupaten Malang," tutur penyuluh pertanian Desa Plaosan Kecamatan Wonosari, Swani Ayuningsih.

Trademark kopi sangat cocok dilekatkan pada BPP Kecamatan Wonosari karena 6 dari 8 desa di Wonosari adalah sentra kopi. Karenanya, BPP Wonosaei msmbuka warung kopi di halaman BPP untuk mengenalkan kopi gunung kawi kepada semua pengunjung.

"Beberapa yang sudah dikemas atas nama kelompok tani adalah kopi cap 'Kopi Sari' diproduksi oleh Poktan Kopi Sari dan kopi cap Combre yang diproduksi oleh Kelompok Tani Sumber Mulya," ungkap Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Wonosari Agus Wahyudi.

Pendampingan terhadap petani kopi di Wonosari pun selalu dilakukan BPP, mulai dari budidaya, pengolahan hingga pengemasan dan pemasarannya, baik secara online maupun offline. 

 

Reporter : Kiswanto
Sumber : Penyuluh di Kabupaten Malang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018